Rumah Warga Jambanan Sragen Terbakar Saat Ditinggal Antar Anak Sekolah

Warga Dusun Kwayon RT 022, Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, memadamkan api pakai alat seadanya sebelum tim pemadam kebakaran tiba di lokasi, Rabu (27/3/2019). (Istimewa - Sugino Welly)
27 Maret 2019 16:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Rumah Agung Tri Priyanto, 38, warga Dusun Kwayon RT 022, Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, terbakar saat ditinggal mengantar anak ke sekolah, Rabu (27/3/2019).

Informasi yang dihimpun Solopos.com menyebutkan musibah kebakaran itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, Agung tengah mengantar anaknya ke sekolah. Sepulang dari mengantar anak ke sekolah, Agung langsung membuka toko di samping rumah.

Hingga saat itu, Agung belum menyadari ada kepulan asap hitam dari bagian atap rumahnya. Ia baru sadar setelah diberi tahu tetangganya bahwa rumahnya terbakar.

“Kebetulan saat itu saya berada tak jauh dari lokasi. Kepulan asap pekat keluar dari atap rumah. Jadi, saat itu api sudah sangat membesar membakar bagian eternit rumah dan menghanguskan perabot rumah tangga di ruang tengah,” ucap Kepala Desa (Kades) Jambanan, Sugino Welly, kepada Solopos.com seusai kejadian.

Sugino langsung melaporkan kejadian itu ke Pemerintah Kecamatan Sidoharjo yang diteruskan kepada Polsek Sidoharjo. Sambil menunggu bantuan mobil pemadam kebakaran tiba, warga berusaha memadamkan api secara manual.

Warga juga berusaha mengeluarkan sejumlah barang, termasuk dua unit mobil di garasi. Namun, kobaran api itu sempat membakar beberapa perabot rumah tangga seperti lemari, kasur, laptop, dokumen surat-surat dan lain-lain.

“Api cukup lama membakar bagian eternit yang terbuat dari kayu jati. Karena bahannya dari kayu jati, jadi lebih kuat atau tidak mudah hangus saat terbakar. Warga harus membuka genting supaya lebih mudah memadamkan api,” papar Sugino.

Meski sedikit terlambat, kedatangan tim pemadam kebakaran sangat membantu mencegah dampak yang lebih besar dari musibah kebakaran tersebut. Rumah yang terbakar itu berada di permukiman padat penduduk sehingga dikhawatirkan merembet ke rumah lain di sekitarnya bila tak segera dipadamkan.

“Walau sedikit terlambat, kedatangan petugas pemadam kebakaran sangat membantu. Api baru bisa padam sekitar pukul 08.00 WIB. Polisi menghitung kerugian sekitar Rp5 juta. Ada ada kemungkinan kerugian lebih dari itu karena ada banyak perabotan yang ikut terbakar, seperti almari berikut isinya, laptop, kasur, dokumen surat-surat penting dan lain-lain,” jelas Sugino.

Petugas Trantib Kecamatan Sidoharjo, Ratmanto, mengatakan berdasar hasil identifikasi yang dilakukan petugas kepolisian, penyebab terjadinya kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik.