Baut Pagar Overpass dan Jalan Tol Boyolali Dicuri, Waskita Lapor Polisi

Pengguna jalan melintas di overpass jalan tol di Desa Kiringan, Boyolali Kota, Selasa (26/3 - 2019). Sebagian baut dan penyangga pagar pada overpass ini raib diduga dicuri. (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
27 Maret 2019 19:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- PT Waskita Karya selaku kontraktor penggarap jalan tol trans Jawa langsung melakukan inventarisasi kelengkapan pagar (guard rail) overpass jalan tol di wilayah Boyolali.

Hasilnya, tak hanya kelengkapan pagar overpass yang dicuri orang, namun juga kelengkapan pagar jalan tol. “Setelah kami inventarisasi di overpass maupun di jalan tolnya, ternyata tidak hanya kelengkapan pagar overpass yang dicuri, tetapi juga pagar di jalan tolnya,” ujar Engineer Officer PT Waksita Karya, Iswahyudi, kepada Solopos.com, Rabu (27/3/2019).

Jumlah kelengkapan yang dicuri mencapai ratusan unit senilai nilai kerugian ratusan juta rupiah. “Yang dicuri itu paling banyak baut guard rail, tiang penyangga, dan b-post [penghubung guard rail dengan tiang penyangga]. Nilainya bisa ratusan juta rupiah,” ujarnya.

Dia menjelaskan pencurian kelengkapan pagar overpass paling marak terjadi di STA 58-62 atau antara Desa Kiringan dan Desa Mudal, Kecamatan Boyolali. Sedangkan kelengkapan pagar jalan tol paling banyak terjadi di jalur Solo-Semarang.

“Di main road [jalan tol] ada 6 lokasi di area 59-62 atau di lokasi yang hampir sama, kebanyakan di posisi Solo-Semarang,” jelasnya.

PT Waskita Karya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Boyolali. “Kemarin [Selasa, 27/3/2019] kami ke Mapolres Boyolali untuk melaporkan kejadian itu. Tapi memang ada berkas-berkas yang harus dilengkapi seperti jumlah pasti barang-barang yang dicuri dan nilainya. Kami lengkapi dulu dan kami akan kembali lagi melaporkan,” imbuhnya.

Disinggung mengenai pengadaan/penggantian barang yang hilang tersebut, Iswahyudi mengatakan akan membahasnya dengan manajemen serta PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) selaku pengelola jalan tol.

“Nanti kami akan rapatkan dulu dengan manajemen dan JSN selaku pengelola. Selain itu, pengadaan pagar ini kan tidak mudah karena harus dibeli per set dan membutuhkan biaya besar.”

Sementara tu, Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Kami akan tindaklanjuti dan segera melakukan olah TKP [tempat kejadian perkara],” ujarnya saat ditemui wartawan di Teras, Boyolali.

Sebelumnya diberitakan, baut-baut di pagar pembatas overpass (penyeberangan layang) jalan tol hilang diduga karena dicuri. Pencurian ini diperkirakan dilakukan secara bertahap dan pada malam hari saat overpass sepi.