Berkostum Superhero, Pasutri Sukoharjo Kampanyekan Antinarkoba di SMA Klaten

Pegiat antinarkoba asal Sukoharjo, Agus Sudanarko, yang akrab disapa Danar dan istrinya, Vivit Sari, menyampaikan materi tentang jenis narkoba dan bahayanya di SMAN 1 Karanganom, Klaten, Rabu (27/3/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
27 Maret 2019 20:35 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Ratusan siswa SMAN 1 Karanganom Klaten mengikuti sosialisasi bahaya narkoba di gedung olahraga sekolah setempat, Rabu (27/3/2019). Materi sosialisasi disampaikan suami-istri yang mengenakan kostum superhero.

Kegiatan tersebut digelar Ikatan Purna Karyawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Klaten dan Formas Annar. Mereka menggandeng suami-istri pegiat antinarkoba asal Sukoharjo, Agus Widanarko yang akrab disapa Danar dan Vivit Sari.

Pasangan tersebut mengenakan kostum Superman dan Supergirl selama sosialisasi digelar. Mereka memaparkan soal jenis narkoba dan bahayanya.

Wakil Ketua Formas Annar, Anton Sanjaya, menjelaskan kostum superhero dipilih agar menarik perhatian para siswa. Hal ini lantaran kerap kali sosialisasi dengan sekadar mendengarkan materi membuat siswa jenuh.

“Kami juga ingin menunjukkan bahwa ada suami-istri yang sudah mendeklarasikan diri mereka antinarkoba. Harapan kami ini menjadi penyemangat bagi siswa agar mereka bisa mendeklarasikan hal serupa,” kata Anton saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Anton menuturkan kampanye antinarkoba menjadi agenda rutin IPPK-Formas Annar. Selama 2018, IPPK-Formas Annar menyambangi 16 SMA/SMK dan SMP guna sosialisasi bahaya narkoba.

“Tahun ini kami mulai rutinkan kembali. Targetnya sepekan atau dua pekan kami mendatangi sekolah,” ungkapnya.

Danar menjelaskan ide sosialisasi antinarkoba dengan kostum superhero berawal saat ia kali pertama menjadi penyuluh di Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Sukoharjo.

“Saya harus bereksplorasi dari tahun ke tahun dan tidak mau hanya formalitas. Anak-anak semakin bosan karena ini materi berat,” jelas dia.

Kostum superhero yang dikenakan tak hanya Superman. Ia memiliki 10 kostum superhero yang ia kenakan saat menyampaikan materi tentang bahaya narkoba. Awalnya, sosialisasi berkostum superhero ditujukan ke pelajar tingkat PAUD, TK, serta SD.

Belakangan, ia menjajal sosialisasi berkostum superhero ke tingkat SMP dan SMA. “Ternyata saat sosialisasi ke anak-anak SMA mereka tertarik mengikuti materi yang disampaikan,” ungkapnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Karanganom, Bambang Subiyanto, mengatakan 760 siswa kelas X dan XI yang mengikuti sosialisasi pagi itu. Ia menjelaskan sosialisasi tentang bahaya narkoba kerap digelar di sekolah setempat.

“Belum lama ini dari kepolisian juga mengadakan sosialisasi. Namun, untuk yang sosialisasi berkostum superhero baru kali ini. Siswa juga antusias karena selama hampir 2,5 jam kegiatan, mereka bertahan mengikuti materi yang disampaikan,” katanya.