BUM Desa Kemiri Karanganyar Kelola Tiga Unit Usaha, Apa Saja Ya?

Kepala Desa Kemiri, Amin Sadimin, menunjukkan gedung futsal yang dikelola BUM Desa di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Selsa (26/3/2019). - Wahyu Prakoso
27 Maret 2019 22:40 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Tri Manunggaling Karsa, mengelola tiga unit usaha, yaitu, loket pembayaran Brilink, persewaan gedung, dan layanan air bersih. Pada tahun pertama BUM Desa itu memperoleh laba bersih hampir Rp20 juta.

Pengelolaan usaha ini dibentuk untuk meningkatkan potensi desa dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Desa Kemiri terdiri dari delapan dusun yang terdiri dari, Dusun Dawung, Kramat, Kebakkalang, Kopaan, Beji, Ngelo, Jangganan, dan Kemiri.

Kepala Desa Kemiri, Amin Sadimin, membentuk tim pengkaji pembentukan BUM Desa sejak akhir 2017. Dia mengatakan BUM Desa terbentuk pada awal 2018 dengan modal awal Rp25 juta. Modal tersebut diambil dari dana desa 2018 yang berjumlah Rp872.571.000. Kemudian, BUM Desa mendapatkan tambahan modal dari perubahan anggaran pendapatan asli desa (PAD) 2018 senilai Rp20 juta.

“Kami membentuk unit usaha sesuai dengan musyawarah desa yang dihadiri lebih dari 100 orang yang mewakili setiap dusun,”kata dia kepada Solopos.com, Selasa (26/3/2019).

Dia menjelaskan, unit usaha dipilih sesuai dengan potensi desa. Potensi desa berupa gedung futsal, gedung badminton, dan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Semua potensi tersebut diserahkan untuk dikelola BUM Desa.

“Kami baru mendapatkan bantuan dana dari Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) sebanyak Rp50 juta. Tahun ini, kami juga menganggarkan penambahan modal sebanyak Rp45jt juta dari dana PAD. Dana tersebut untuk menambah unit usaha berupa depot air isi ulang dan penjualan elpiji,”katanya kepada Solopos.com saat ditemui di kantornya.

Untuk unit usaha baru ini, BUM Desa membutuhkan lokasi. Pihak desa sudah menyiapkan kios untuk unit usaha baru tersebut. Kios dibangun di timur kantor desa memanfaatkan lahan kosong. Pembangunan dilakukan sebanyak dua tahap menggunakan PAD dengan total Rp44 juta.

Direktur Tri Manunggaling Karsa, Penget Wiyono, mengatakan pemilihan unit usaha ini berdasarkan potensi desa dan pemanfaatan modal secara maksimal. Semua unit bisnis berbasis pelayanan sosial.

“Awalnya persewaan gedung, kami kelola dengan baik. Maret 2018 kami bekerja sama dengan Bank BRI untuk loket Brilink pembayaran berbagai keperluan warga. Oktober 2018 kami diberikan wewenang untuk mengelola pengadaan air bersih di Dusun Kopaan dan Dusun Kebakkalang. Semua unit bisnis tidak mengeruk keuntungan banyak. Contohnya, harga satu meter kubik air PDAM Rp3.000. Kami hanya patok Rp1.000,” katanya kepada Solopos.com saat ditemui di kantornya.

Dia menjelaskan, pada tahun pertama, BUM Desa sudah mencatatkan kinerja yang memuaskan. Di antaranya, sudah memberikan pendapatan asli desa Rp3,2 juta. Dan pendapatan bersih senilai Rp16 jutaan untuk mengembangkan usaha.

“Tahun ini targetnya satu unit usaha baru berupa depot air isi ulang dan bekerja sama dengan Pertamina untuk menjual produk-produknya. Kios sudah dibangun. Saya berharap, pemerintah desa yang baru dapat membangkitkan ekonomi produktif, ekonomi kemandirian desa, sehingga BUM Desa menjadi prioritas,”katanya kepada Solopos.com.