Aksi Mesum di Skybridge Solo, Enggak Cuma Tuhan yang Tahu CCTV Pun Tahu

Warga melintasi skybride yang menghubungkan Stasiun Solo Balapan-Terminal Tirtonadi di Gilingan, Banjarsari, Solo, Jumat (18/1 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
28 Maret 2019 07:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Keberadaan Skybridge yang menghubungkan Terminal Tirtonadi dan Stasiun Solo Balapan menjadi buah bibir. Apalagi setelah beredarnya video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi nekat pasangan berciuman di Skybridge Solo.

Video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi nekat pasangan berciuman di Skybridge Terminal Tirtonadi Solo viral di media sosial. Pasangan tersebut diduga tidak menyadari adanya kamera pengawas di Skybridge. Oleh sebab itu, pengelola Terminal Tirtonadi bakal meningkatkan pengamanan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Video viral di media sosial memperlihatkan sepasang laki-laki dan perempuan itu berjalan menuju arah Termial Tirtonadi Solo. Sekitar 200 meter dari pos penjagaan, pasangan itu lantas duduk di salah satu kursi dengan posisi perempuan di pangkuan si lelaki. Keduanya berpose seperti sedang berciuman. Tidak terlihat ada orang lain yang melintas saat perbuatan itu dilakukan.

Kejadian di Skybridge tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah netizen yang pernah melintas di Skybridge menceritakan pengalaman mereka melalui kolom komentar di fanpage Solopos.com, Rabu (27/3/2019).

"Jadi, kalau dia begitu, sekarang enggak cuma dia dan Tuhan yang tahu. Security pun tahu, hehehe," imbuh Dharma Kelana Putra.

"Cuma ciuman sebentar masak mesum? Di indekos baru bisa dibilang mesuk, wkwkwkw," kelakar Aditya Ra.

"Kenapa enggak dilengkapi dengan pengeras suara untuk peringatan dan membuat mereka jera?" tanya Koco Setyono.

"Ada yang pernah lewat ini? Aku pernah, tapi kapok. Karena capek banget sampai stasiun. Eskalatornya enggak menyala. Panas pula. Ada air cooler, tapi di ujung dekat stasiun dan dekat terminal. Kalau beneran ada e-bike, semoga lebih bagus lagi fasilitasnya. Jadi, banyak yang pilih ini. Sayang sudah dibangun mahal, tapi tidak maksimal penggunaannya," komentar Ratna Ayu Strowberry.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, menyayangkan penyalahgunaan Skybridge yang dibuka untuk masyarakat umum. Dia menegaskan akan menambah intensitas pengamanan skybridge sepanjang 470 meter itu.

Joko Sutriyanti berencana menambah jumlah kamera pengawas sebelum Lebaran dengan memasang beberapa layar monitor. Pemasangan layar itu sebagai upaya menunjukkan Skybridge dilengkapi kamera pengawas sehingga warga yang melintas tetap merasa aman dan tidak melakukan perbuatan negatif.

Selain itu, tulisan imbauan tata tertib segera dipasang dan dilengkapi pengeras suara, sehingga petugas keamanan yang memantau monitor dapat menegur langsung saat terjadi pelanggaran. Ada pula nomor darurat yang bakal ditempelkan di berbagai sudut Skybrigde apabila warga yang melintas memerlukan bantuan petugas keamanan.