Solopos Hari Ini: Angkutan Gratis Pelajar Dimatangkan

Harian Umum Solopos edisi Kamis (28/3 - 2019).
28 Maret 2019 10:40 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus mengkaji wacana angkutan gratis untuk pelajar lewat alih fungsi angkutan pengumpan (feeder) Batik Solo Trans (BST). Konsep besarnya adalah masuk ke sistem operasional dengan mengambil alih pembiayaan.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, M. Taufik, mengatakan alih fungsi itu tak serta merta mematikan trayek angkutan pengumpan. Angkutan pengumpan tetap melayani rute yang ada, namun tak memungut biaya bagi siswa sekolah.

Wacana mengenai angkutan gratis bagi pelajar di Solo itu menjadi sorotan utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis (28/3/2019). Berita tersebut bisa disimak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain itu, ada pula ulasan mengenai janji-janji para capres-cawapres di Pilpres 2019. Mulai dari infrastruktur hingga lapangan pekerjaan menjadi janji para calon.

Janji Infrastruktur hingga Lapangan Kerja

Capres Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan akan membangun jalur kereta api (KA) Trans-Kalimantan saat berkampanye di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Sedangkan cawapres Sandiaga Uno menawarkan program OK OCE saat berkampanye di Manokwari, Papua Barat, Rabu (27/3/2019).

Sandi saat berkampanye di Lapangan Borarsi, Manokwari, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah, namun banyak permasalahan ekonomi yang harus dituntaskan.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan mengenai bus AKAP dan AKDP yang harus menaati trayek. Ada pula kabar mengenai Festival Dalang Cilik 2019.

AKAP-AKDP Harus Taat Trayek

Dinas Perhubungan Kota Solo merazia bus AKAP dan AKDP yang melanggar trayek. Bus-bus jenis ini harus taat trayek, dilarang masuk jalur dalam Kota Solo.

Razia yang digelar para Rabu (27/3/2019) itu adalah respons atas laporan masyarakat tentang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) yang masuk ke jalur dalam Kota Solo. Bus AKAP dan AKDP yang masuk jalur dalam Kota Solo berarti melanggar trayek.

Simak selengkapnya di; E-Paper Solopos.

Adu Terampil Layaknya Dalang Profesional

Yusuf Ratda Mulya,10, beraksi di Pendhapi Gedhe Balai Kota Solo, Rabu (27/3/2019). Diiringi gamelan yang dimainkan grup karawitan, dengan piawai Yusuf memainkan beberapa tokoh wayang kulit.

Dia membawakan lakon Bima Bungkus. Pertunjukan wayang kulit tersebut mengisahkan Dewi Kunthi yang melahirkan bayi yang terbungkus plasenta. Tak ada senjata yang mampu memecah bungkusan tersebut.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.