Bedhaya Ketawang Tampil Penuh di Tingalan Jumenengan PB XIII Senin Besok

Tari Bedhaya Ketawang saat tingalan jumenengan PB XIII Hangabehi di Keraton Solo, Kamis (12/4 - 2018). (Solopos/Nicolaus Irawan)
28 Maret 2019 15:35 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Persiapan Tingalan Jumenengan (Peringatan Naik Tahta) ke-15 Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Paku Buwono (PB) XIII telah rampung. Tradisi tahunan yang bakal digelar di Sasana Sewaka Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Senin (1/4/2019) itu nantinya menampilkan Tari Bedhaya Ketawang penuh waktu selama dua jam.

Pengageng Parentah Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, K.G.P.H. Dipokusumo, mengatakan sepekan sebelum jumenengan, kesembilan penari sudah berlatih setiap hari kecuali malam Jumat. Latihan terakhir dilaksanakan pada malam Minggu (31/3/2019).

“Mereka bakal tampil penuh dua jam. Kalau tahun lalu karena alasan kesehatan Sinuwun, tarian enggak penuh atau diperpendek waktunya. Selama latihan, para abdi dalem yang mendampingi penari enggak sekadar melatih gerakan, tapi juga 3B, brain, beauty, dan behaviour. Abdi dalem juga sudah memohonkan doa keselamatan agar seluruh prosesi berjalan lancar tanpa halangan,” kata dia saat ditemui seusai rapat persiapan di Sasana Putra, Rabu (27/3/2019).

Setelah prosesi Tingalan Jumenengan, agenda dilanjutkan dengan kirab agung mulai dari Keraton Kasunanan Surakakarta Hadiningrat ke utara melalui Jl. Pakoe Boewono ke Gapura Gladag lalu ke utara menuju Jl. Jenderal Sudirman belok ke timur melalui Jl. Mayor Kusmanto belok ke selatan melalui Jl. Kapten Mulyadi. Kemudian belok ke barat melalui Jl. Veteran belok ke utara di Jl. Yos Sudarso lalu ke timur lewat Jl. Slamet Riyadi dan kembali ke Jl. Pakoe Boewono menuju Keraton.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Solo, Kinkin Sultanul Hakim, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendukung penuh agar tradisi turun temurun itu dapat berjalan lancar. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan juga diajak mengamankan jalannya acara.

“Tingalan Jumenengan termasuk pilar kebudayaan, pariwisata, dan industri kreatif yang harus kita jaga,” ucapnya.