Gara-Gara Listrik Padam, 71 Siswa SMKN 6 Sukoharjo Terpaksa Ikuti UNBK Susulan

Ilustrasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK). (Antara)
28 Maret 2019 15:15 WIB Tamara Geraldine Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 di SMKN 6 Sukoharjo sempat mengalami kendala teknis karena listrik padam. Akibat pemadaman listrik yang disebabkan kerusakan trafo yang diterjang hujan lebat disertai angin kencang itu, 71 siswa-siswi SMK tersebut terpaksa ikut ujian susulan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Solo dan Sukoharjo, Suyanta, mengatakan 71 siswa tersebut terpaksa mengikuti UN susulan dijadwalkan April mendatang. Kejadian di SMKN 6 Sukoharjo tersebut dikarenakan sekolah tidak menyiapkan genset.

“Saya sudah katakan dalam simulasi pelaksanaan UNBK, sekolah penyelengara UNBK harus selalu mengecek kesiapan server, jaringan Internet, dan komputer yang akan digunakan. Sekolah juga diminta menyiapkan genset sebagai antisipasi jika ada aliran listrik padam,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Kamis (28/3/2019).

Ia mengatakan telah mengirimkan surat kepada PLN agar tidak memadamkan aliran listrik saat UNBK berlangsung. Dia juga sudah koordinasi dengan PLN agar tidak terjadi pemadaman listrik.

“Kami tidak bisa mencegah cuaca ekstrem karena itu tidak ada salahnya. Sekolah juga harus menyiapkan genset untuk tetap berjaga-jaga,” kata dia.

Kepala SMKN 6 Sukoharjo, Tuti Mahriah, mengatakan pemadaman listrik itu lantaran kerusakan trafo akibat terjangan hujan lebat yang disertai angin kencang. Pemadaman listrik terjadi saat UNBK memasuki sesi ketiga mulai pukul 13.30 WIB -15.30 WIB, Selasa (26/3/2019).

Para peserta ujian tengah mengerjakan naskah soal Matematika. “Listrik padam saat itu, kami segera mencari bantuan. Pukul 18.10 WIB listrik menyala tetapi kami tidak bisa mengakses soal UNBK,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di SMKN 6 Sukoharjo.

Ia membenarkan ada 71 siswa pada sesi ketiga yang terpaksa mengikuti ujian susulan pada April mendatang. Siswa juga sudah diberikan arahan agar mengikuti ujian susulan.

“Itu kesalahan teknis dan bukan kesalahan siswa. Kejadian itu kali pertama dan semoga ke depan tidak akan terjadi hal yang sama,” ujarnya.