Jalur Weru Sukoharjo-Cawas Klaten Putus Gara-Gara Jembatan Ambles

Sejumlah pekerja dari Bina Marga Provinsi Jawa Tengah memperbaiki jembatan Purworejo, Weru, Sukoharjo, yang ambles pada Kamis (28/3/2019). (Solopos - Indah Septiyaning W.)
28 Maret 2019 18:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua jembatan penghubung milik Provinsi Jawa Tengah yang menghubungkan Sukoharjo-Klaten di wilayah Weru, Sukoharjo, ambles. Padahal, jembatan itu baru selesai dibangun tiga bulan lalu.

Akibatnya akses Weru, Kabupaten Sukoharjo menuju Cawas, Kabupaten Klaten, terputus. Berdasarkan pantauan Solopos.com, dua jembatan yang ambles berada di wilayah Beji Gaden I dan Purworejo, Karangwuni, Weru.

Di Beji Gaden I, kondisi jembatan ambles pada beton penghubung antara jalan dengan jembatan. Beton tersebut ambles dengan panjang satu meter sehingga masih bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.

Berbeda dengan kondisi jembatan Purworejo yang merupakan penghubung kabupaten Sukoharjo dan Klaten. Beton penghubung jalan dan jembatan ambles hampir memakan seluruh bangunan.

Akibatnya akses penghubung antarkabupaten ini terputus. Hanya kendaraan roda dua yang bisa melintasi jembatan tersebut.

Sejumlah pekerja dari Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah langsung memperbaiki jembatan tersebut. Dari plakat yang tertera di jembatan, jembatan Purworejo selesai dikerjakan pada 15 Desember 2018 lalu. Jembatan tersebut dibangun Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah.

Petugas perbaikan jalan, Supardi, mengatakan kondisi beton penghubung jalan dan jembatan ambles pada Rabu (27/3/2019) malam. Dia tidak mengetahui secara pasti penyebab amblesnya beton tersebut.

"Mulai tadi pagi kami diminta mengerjakan perbaikan jembatan," kata dia, Kamis (28/3/2019).

Camat Weru Pandiyanto mengatakan kondisi jembatan yang ambles bukan pada bangunan jembatannya melainkan pada beton penghubung jalan dan jembatan. Dia menduga beton yang ambles karena urukan tanahnya kurang padat.

"Jembatan langsung ditutup. Para pengendara roda empat dari arah Sukoharjo ke Klaten harus memutar. Sebaliknya dari arah Klaten ke Sukoharjo juga harus memutar. Sementara kendaraan roda dua masih bisa melewati jembatan," katanya.

Dia mengatakan jembatan tersebut merupakan jalur utama warga Sukoharjo yang hendak ke Klaten melalui Cawas dan sebaliknya. Status jalan itu juga merupakan jalan provinsi.

Karena itu kewenangan untuk memperbaiki ada di tangan pemerintah provinsi. Pemerintah kecamatan hanya melaporkan kejadian amblesnya jalan jembatan ke Bina Marga Provinsi.

"Petugas dari Bina Marga provinsi sudah menangani persoalan itu,” kata dia.

Selama ini, dia mengatakan mobilitas warga memanfaatkan akses jalan tersebut cukup tinggi. Dia berharap perbaikan jalan jembatan bisa rampung secepatnya sehingga akses warga kembali normal.

Warga harus memutar hingga belasan kilometer lantaran putusnya akses akibat beton penghubung jembatan ambles.