Dapil 4 Sukoharjo Didominasi Empat Parpol Besar, Apa Saja?

Ilustrasi TPS Pemilu (Solopos - Whisnupaksa)
28 Maret 2019 23:40 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Pertarungan antarcalon legislatif (caleg) di daerah pemilihan (Dapil) 4 meliputi Kecamatan Grogol diprediksi tak berbeda jauh dibanding pelaksanaan Pileg 2014. Kala itu, peta politik di Dapil 4 dikuasai empat partai politik (parpol) besar yakni PDIP, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

PDIP meraih tiga kursi parlemen. Sementara sisanya diraih Partai Golkar, PAN dan Partai Gerindra masing-masing dengan satu kursi. Keempat partai ini diprediksi kembali mendominasi perolehan suara di Dapil 4. Masing-masing caleg partai besar bakal berjuang mati-matian demi mendongkrak perolehan suara pada Pileg 2019.

Jumlah pemilih yang tercatat di Dapil 4 cukup banyak yakni lebih dari 80.000 orang. Mereka tersebar di 14 desa se-Kecamatan Grogol. Sengitnya persaingan antarcaleg demi merebut simpati masyarakat terlihat hampir di setiap desa. “Kendati bersaing, iklim politik di Dapil 4 sangat kondusif. Tidak ada perusakan atau pencabutan alat peraga kampanye [APK] caleg. Para caleg juga sering bertemu saat ada kegiatan atau acara,” kata caleg Partai Golkar, Jaka Wuryanta, saat berbincang dengan Solopos, Selasa (26/3/2019).

Tak jarang para caleg rela blusukan ke rumah penduduk untuk menyosialisasikan visi dan misi mereka. Mereka juga sering menghadiri berbagai kegiatan dan acara yang digelar masyarakat seperti arisan dan pertemuan anggota karang taruna.

Pendekatan personal itu diyakini mampu menarik simpati masyarakat yang berimplikasi menambah pundi-pundi suara saat coblosan. “Ada sedikit perubahan strategi pemenangan yang diterapkan menjelang pelaksanaan Pileg 2019. Tim sukarelawan pemenangan juga menyosialisasikan visi dan misi serta program kerja di jaringan media sosial (medsos) secara masif,” ujar Jaka.

Kuatnya basis suara caleg petahana diperkokoh dengan soliditas relasi sukarelawan yang tersebar di masing-masing desa. Tim sukarelawan pemenangan caleg bergerilya menyasar komunitas masyarakat hingga tingkat rukun tetangga (RT).

Mereka bekerja ekstra keras demi memberi sumbangan suara saat pelaksanaan coblosan pada 17 April. “Hubungan saya dengan konstituen dan masyarakat cukup kuat. Masyarakat sudah paham siapa yang bakal dipilih dengan merujuk pada rekam jejak dan bukti kerja,” papar dia.

Sementara itu, caleg PAN di Dapil 4, Suryadi, mengungkapkan target suara di Dapil 4 mampu mempertahankan satu kursi parlemen yang diraih pada Pileg 2014. Namun, tak menutup kemungkinan perolehan kursi bisa bertambah dengan sokongan kuatnya jaringan sukarelawan.

Disinggung mengenai tantangan politik, Suryadi menambahkan generasi milenial bakal dioptimalkan untuk menggaet suara dari kaum muda. Mereka menjadi garda terdepan dengan sasaran para pemilih pemula. “Semua caleg PAN bergerak di wilayahnya masing-masing. Mudah-mudahan bisa meraih dua kursi. Jika pun tak bisa mempertahankan satu kursi parlemen sudah cukup,” kata dia.