Petaka di Jalur Candi Sukuh Karanganyar, Bayi Dalam Kandungan Ikut Meninggal

Jenazah pasutri disemayamkan di rumah duka di Perumahan Plumbungan Indah RT 029/RW 008, Kelurahan Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Kamis (28/3/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
28 Maret 2019 12:25 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Dua orang lanjut usia mendoakan jenazah pasangan suami istri (pasutri) dengan khidmat di teras rumah duka Perumahan Plumbungan Indah RT 029/RW 008, Kelurahan Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Kamis (28/3/2019) siang.

Jenazah pasangan Agung Prasojo, 45, dan Julyana, 37, tiba di rumah duka pada Rabu (27/3/2019) malam. Dua peti jenazah berbalut kain putih menjadi tempat Agung dan Julyana dibaringkan. Dua salib berukuran besar terbuat dari kayu diletakkan di masing-masing peti jenazah itu.

Foto mereka yang berbingkai hitam berukuran 20 cm x 25 cm dan lilin putih diletakkan di meja bundar terbuat dari marmer di depan dua peti jenazah itu. Sejumlah ranjang bunga mawar tabur disiapkan tak jauh dari peti itu.

“Jenazah akan dimakamkan di Permakaman Jetis, Mojomulyo, Sragen, pukul 13.00 WIB,” ujar bulik Agung Prasojo, Asri Widyastuti, 63, saat ditanya wartawan, Kamis siang.

Agung dan Julyana meninggal dunia akibat kecelakaan di jalur objek wisata Candi Sukuh, Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Rabu siang. Mereka mengalami kecelakaan bersama kedua anak mereka, Yerenia Desta Kristiaji, 11, dan Yukebert Agustina Putri Yuliani yang berumur 3,5 tahun saat mengendarai motor matic Honda Vario berpelat nomor AD 2331 AJE.

“Saat kecelakaan itu, Julyana dalam kondisi mengandung anaknya yang ketiga dengan usia kandungan tujuh bulan,” kata Asri.

Bayi di kandungan Julyana ikut meninggal dunia dan masih di dalam kandungan. Sementara kedua anaknya kritis di RSUD dr. Moewardi Solo.

“Yang besar, Desta, mengalami pendarahan di otak karena tempurung kepalanya retak. Kemungkinan harus dioperasi. Sementara anak perempuan, Yuke, juga pendarahan di kepala tetapi tidak sampai ke otak. Namun kakinya patah. Saudara Agung yang menunggui di rumah sakit,” ujarnya.

Asri belum bisa berpikir siapa yang akan mengasuh kedua anak itu setelah sembuh nanti. Dia memastikan keluarga siap mengasuh mereka. Asri menyampaikan tidak ada firasat apa pun sebelum kejadian itu.

Menurut Asri, Agung dan Julyana memang sering berwisata saat liburan. “Kebetulan Julyana itu libur dari bekerja di Rumah Makan Obong Krapyak, Sragen. Anaknya juga libur sekolah. Jadinya mereka memanfaatkan waktu liburan itu untuk berwisata. Kalau Agung itu biasa menjadi pengiring musik gereja,” katanya.

Tetangga Agung yang tinggal di belakang rumahnya, Yayuk, 50, ikut melayat ke rumah duka. Yayuk juga mendapat cerita dari ibundanya Agung, Menik, 60, bahwa Agung dan keluarganya sering berwisata saat liburan. Yayuk juga mendengar informasi motor yang digunakan untuk berwisata ke Candi Sukuh itu bukan motor Agung sendiri tetapi motor rental.

“Beliau punya motor sendiri sebenarnya tetapi entah kok rental motor. Julyana itu memang mengandung tujuh bulan. Bayinya ikut meninggal karena Julyana itu terpental saat kecelakaan itu. Ya, bayinya masih di kandungan,” tuturnya saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis.