Ibu-Ibu Rumah Tangga di Desa Kedungwaduk Sragen Kini Rintis Usaha Jambu Kristal

Kepala Desa Kedungwaduk, Edy Santoso, menyiangi bibit tanaman jambu kristal yang jumlahnya lebih dari 20 batang dan siap berbuah di halaman rumahnya di Kedungwaduk, Karangmalang, Sragen, belum lama ini. (Tri Rahayu)
28 Maret 2019 15:40 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungwaduk, Karangmalang, Sragen, mengajak para ibu rumah tangga merintis usaha jambu kristal yang ditanam di tanah bengkok tak produktif.

Kedungwaduk merupakan desa di ujung barat daya Kecamatan Karangmalang. Desa dengan jumlah penduduk 8.058 jiwa tersebut berbatasan dengan Desa Gebang Kecamatan Masaran di sebelah barat, Desa Pengkok Kecamatan Kedawung di sebelah selatan, Desa Wonorejo Kedawung di sisi timur, dan Desa Jurangjero Karangmalang di sisi utara.

Akses masyarakat Kedungwaduk yang terdiri atas 2.500 kepala keluarga (KK) ke Kota Kabupaten Sragen mencapai 12 km dan Kota Kecamatan Karangmalang sejauh 11 km.

Kepala Desa Kedungwaduk, Karangmalang, Edy Santoso, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (22/3/2019) lalu, menyampaikan masyarakat Kedungwaduk bermata pencaharian sebagai pedagang di perantauan. Dari 2.500 keluarga, 60% merantau ke luar Sragen untuk berjualan alat perabot rumah tangga dan pedagang kasur keliling.

Areal pertanian tadah hujan di Kedungwaduk relatif sempit sehingga tidak menjadi daya tarik penduduk. Edy tertantang dengan kondisi daerahnya. Ia mencoba mengubah lahan yang tidak produktif seluas 1 hektare.

Tanah bengkok ditanami bibit jambu kristal untuk pemberdayaan masyarakat desa di Dukuh Plosorejo. “Ada 5.000 bibit jambu kristal yang ditanam di lahan tak produktif itu. Penanaman jambu kristal dilakukan dengan menggandeng pusat industri jambu kristal di Karanganyar. Kami mengalokasikan Rp20 juta untuk pengembangan jambu kristal,” ujar Edy.

Ia juga menggerakkan ibu-ibu rumah tangga, karang taruna, dan kelompok masyarakat lain untuk menanam jambu kristal di areal perkarangan masing-masing. Bahkan tanaman jambu kristal menjadi tanaman turus jalan.

“Kami nanti bisa panen jangka panjang, 2-3 tahun ke depan. Ya, desa ini menjadi Desa Jambu Kristal. Kami lebih fokus pada pemberdayaan. Kalau infrastruktur itu tak ada habisnya,” kata dia.

Rencana lain adalah mengembangkan tanaman buah lain, seperti anggur, pepaya, alpukat, dan lainnya. Edy berobsesi menjadikan Kedungwaduk sebagai desa penghasil buah.

“Ada 40 ibu rumah tangga yang ikut pelatihan pengelolaan produk jambu kristal di Karanganyar. Pemasarannya langsung ditampung di Karanganyar. Varian olahan jambu kristal yang bernilai ekonomis adalah es krim jambu kristal, jus jambu kristal. Sekarang hampir setiap rumah punya 10-15 batang jambu kristal,” jelas dia.