Indahnya Stadion Manahan Solo di Malam Hari

Foto Stadion Manahan Solo dari udara di malam hari (Instagram/aries_hendrayana)
29 Maret 2019 11:30 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Proses renovasi Stadion Manahan Solo terus dilakukan. Menurut rencana, Stadion Manahan bakal disulap layaknya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta. Renovasi ini dilakukan sesuai standar internasional.

Progres renovasi Stadion Manahan Solo diperlihatkan dalam foto unggahan pemilik akun Instagram @aries_hendrayana yang dibagikan ulang @jelajahsolo, Rabu (27/3/2019). Foto tersebut sebenarnya telah diunggah sejak 9 Februari 2019.

Foto tersebut memperlihatkan pemandangan Stadion Manahan di malam hari. Foto yang diambil dari atas itu memperlihatkan keindahan Stadion Manahan yang diterangi sejumlah lampu sorot. "Malam hari dari atas kompleks Stadion Manahan Kota Solo yang wow. Tampak proyek renovasi total Stadion Manahan yang baru semakin moncer walau masih belum apa-apa. Gimana kalau sudah kelar semua ya? Piye, apik ra?" tanya @jelajahsolo lewat keterangan foto.

Foto penampakan Stadion Manahan Solo itu mendapat beragam tanggapan dari warganet. Mereka tampaknya sangattak sabar melihat hasil renovasi stadion kebanggan warga Solo tersebut. "Joss tenan," komentar @nugroho_jati.

"Tak kira ini foto stadion di Itali min," kelakar @ahmadnors_.

"Sudah kelar boleh jualan lagi enggak? Ke sana olahraga 20 persen, yang 80 persen makan," tanya @ozza_zi.

"Semakin bagus stadion harus dibarengi prestasi yang semakin bagus juga," lanjut @mastouris menanggapi.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, renovasi Stadion Manahan Solo awalnya ditarget rampung pada September 2019. Namun, karena banyaknya fasilitas yang belum selesai, maka renovasi ini diselesaikan sampai Desember 2019.

Wakil Wakil Ketua Proyek Renovasi Stadion Manahan, Project Engineering Manager, PT Adhi Karya, Muntohar, mengatakan, renovasi stadion menyesuaikan standar internasional. Hal ini dilakukan agar stadion kebanggaan warga Solo itu bisa menggelar pertandingan internasional.

Tetapi, renovasi tersebut berpengaruh pada penurunan kapasitas jumlah penonton yang sebelumnya 24.000, kini menjadi 20.003 saja. Kursi penonton terbagi 18.679 penonton reguler, 944 kursi untuk difabel, dan 380 kursi untuk VIP dan VVIP. Single seating berfungsi memberikan kenyamanan para penonton yang juga sebagai standar Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).