Ada Debat Pilpres, Wali Kota Solo Ingin #SoloPetengan Diundur

Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2 - 2019). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
29 Maret 2019 03:28 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo meminta panitia earth hour mengundur jadwal pemadaman listrik dan peralatan elektronik yang sedianya digelar Sabtu (30/3/2019), pekan terakhir Maret, menjadi Minggu (31/3/2019). Hal itu dilakukan lantaran earth hour berlangsung bersamaan dengan debat keempat Pilpres 2019.

“Berdasarkan masukan masyarakat, mereka meminta earth hour diundur besoknya atau pada Minggu. Karena mereka ingin berpartisipasi tapi debat masih berlangsung pada pukul 20.30 WIB - 21.30 WIB,” kata dia, ditemui wartawan di Rumah Dinas Loji Gandrung, Solo  Kamis (28/3/2019).

Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan acara seremonial tetap diizinkan berlangsung pada Sabtu, namun pemadaman dilakukan Minggu. “Kami sudah menyebar surat edaran [SE] mengenai pemadaman earth hour itu, nah, masyarakat memberi masukan kalau ingin nonton debat. Karena itu kami ingin ada pembicaraan lagi,” imbuhnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, sambung dia, turut berpartisipasi dalam earth hour dengan memadamkan lampu penerangan jalan umum (PJU) di titik sentral, lampu Balai Kota, Loji Gandrung, dan sejumlah bangunan lain. “Kami belum menghitung sejauh mana gerakan ini berpengaruh terhadap tagihan listrik. Prinsipnya, kami mendukung semua gerakan positif,” ucap Rudy.

Dijumpai terpisah, Panitia Earth Hour Solo, Ivan Rochmat, mengatakan kampanye global hemat energi serta pengurangan pemanasan global tersebut dilakukan serentak di seluruh dunia, sehingga tak bisa ditunda. Di sisi lain, antusiasme masyarakat menyaksikan debat capres juga patut dihargai. Harapannya, kedua event dapat digelar bersamaan, meski kurang maksimal.

“Tahun ini adalah tahun ke-7 di Solo dengan puncak peringatan digelar di Pendhapi Gede, Kompleks Balai Kota. Akan ada beberapa penampil sanggar tari, gabungan mahasiswa, serta berbagai komunitas yang tergabung dalam kolaborAKSI. Di titik ini kami akan menyalakan lilin saat pemadaman lampu. Masyarakat yang berpartisipasi boleh mengunggah foto ke media sosial dengan tanda pagar [tagar] SoloPetengan,” kata dia, dalam jumpa pers di Balai Kota, Kamis.