Solopos Hari Ini: Suap Rp8 Miliar untuk Serangan Fajar

Solopos 29 Maret 2019
29 Maret 2019 10:10 WIB Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, JAKARTA – Anggota DPR sekaligus caleg Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso diduga menerima suap dan gratifikasi Rp8 miliar yang akan digunakan untuk serangan fajar pemilu.

Suap dan gratifikasi Rp8 miliar sudah disiapkan untuk serangan fajar atau praktik politik uang dalam pemilu karena disimpan dalam 400.000 amplop yang disembunyikan dalam 84 kardus.

Bowo merupakan caleg petahana dari Partai Golkar yang maju kembali dalam Pemilu 2019 di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah (Jateng) II yang meliputi Demak, Jepara, dan Kudus.

Berita penangkapan Bowo menjadi headline di Harian Umum Solopos, Jumat (29/3/2019). Simak berita selengkapnya di Epaper Solopos.

Selain kabar tersebut ada juga beberapa kabar lainnya di Koran Solopos edisi Jumat, sebagaimana berikut:

PEMILU 2019: KPU Buka Lagi Pintu Pemilih Tambahan
Beberapa jam berselang setelah MK membacakan putusan uji materi atau judicial review UU No. 7/2017 tentang Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali memperbolehkan warga untuk mengurus pindah memilih dalam Pemilu 2019, Kamis (28/3).

TINDAK KRIMINAL: Pengoplos Elpiji Raup Ratusan Juta Rupiah
Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) membongkar sindikat pengoplos elpiji di Soloraya dan Semarang. Jaringan itu beroperasi sejak 2018 lalu dan mampu meraup omzet Rp630 juta per bulan.

Simak berita selengkapnya di Epaper Solopos

Sejumlah kajian, khususnya pemetaan siswa dan rute, dibutuhkan untuk mewujudkan angkutan gratis bagi para pelajar di Kota Solo.

Peneliti di Lingkar Studi Transportasi Solo Transportologi, Sukma Larastiti, menyebut Pemerintah Kota Solo setidaknya membutuhkan dua kajian teknis, yakni perencanaan rute dan angkutan umum serta pemetaan murid dan kondisi sosial.

Berita rencana angkuta gratis untuk pelajar di Solo menjadi headline di halaman Soloraya Harian Umum Solopos edisi Jumat (29/3/2019). Selain kabar tersebut simak beberapa kabar lainnya:

PENCEMARAN UDARA PT RUM: Segera Pasang Alat Sistem Baru Penghilang Bau
Manajemen PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, berencana memasang sistem penghilang bau yang bisa mengurai dan mendaur ulang H2S menjadi H2SO4 untuk produksi dengan alat senilai US$30 juta, setara Rp428,14 miliar.

Simak berita selengkapnya di Epaper Solopos