Alarm Pintar Kebakaran Segera Dipasang di Kota Solo, Begini Cara Kerjanya

Ilustrasi Kebakaran (Solopos - Whisnupaksa)
29 Maret 2019 14:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tengah mengembangkan alarm pintar kebakaran, Konektivitas alarm pintar (smart alarm) kebakaran itu sudah memasuki masa uji coba akhir. Aplikasi yang disiapkan guna penanganan cepat kebencanaan itu bakal dipasang pada Mei.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Solo, Gatot Sutanto, mengatakan tahap pertama pemasangan alarm pintar tersebut menyasar 20 lokasi gedung strategis seperti pasar, bank, dan kantor.

“Alarm pintar itu akan terhubung dengan Pusat Pengendalian Operasional [Pusdalops] Dinas Pemadam Kebakaran [DPK] di Pedaringan. Alarm itu enggak hanya merespons kejadian kebakaran, melainkan tanggap bencana lain, atau tanggap darurat kesehatan,” kata dia saat dijumpai wartawan, belum lama ini.

Gatot mengatakan selain gedung strategis, sebagian alarm juga dipasang di rumah sakit. Sosialisasi kepada masyarakat telah dilakukan sejak tahun lalu, termasuk karyawan instansi yang menjadi sasaran pemasangan alarm.

“Kami juga terus memberi pemahaman kinerja alarm pintar kepada seratusan personel. Mei selesai pemasangan, Juni sudah bisa digunakan. Momennya pas karena saat itu musim peralihan dari penghujan ke kemarau, biasanya laporan kebakaran meningkat,” jelas Gatot.

Pemahaman juga diberikan kepada petugas Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo. Cara kerja alarm, sambungnya, saat kebakaran terjadi alarm di lokasi akan berbunyi begitu pula di markas induk.

Petugas bisa langsung meluncur ke lokasi untuk memadamkan api sehingga penanganan lebih cepat dan tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. Gatot menambahkan alarm itu juga akan ada aplikasinya di ponsel Android.

Lewat aplikasi itu masyarakat tinggal klik ke aplikasi yang dilengkapi fitur kamera saat terjadi kebakaran. Masyarakat bisa video call dan mengirim gambar. "Kondisi panik biasanya tidak bisa ngomong, jadi langsung foto atau video. Ada fitur kirim koordinat juga sehingga petugas bisa langsung ke lokasi. Kondisi kedaruratan apa yang membutuhkan bantuan, kebakaran ya langsung petugas pemadam yang datang, kalau kesehatan ya DKK, dan seterusnya. Karena itu kami sosialisasi juga ke mereka,” jelas Gatot.