Malam Ini, Ulama di Soloraya Gelar Silaturahmi

Ketua I Yayasan Masjid Raya Baiturrahman K.H. Anashom (tengah) dan Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah dari Komisi Dakwah, Seni, dan Budaya K.H. Achmad Izzudin tampil dalam dialog interaktif Ulama Menyapa bertema "Peran Ibu dalam Perspektif Islam" di Kota Semarang, Jateng, Senin (17/12 - 2018). (Antara/MAJT)
29 Maret 2019 11:53 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Majelis Silaturahmi Ulama dan Tokoh Soloraya akan menggelar Silaturahmi Umat: Pesan Damai dari Solo untuk Indonesia sebagai bentuk pesan damai dari Solo untuk Indonesia di Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jumat (29/3/2019) malam. Kegiatan tersebut agar pesan damai menjelang pemilu dan pasca pemilu pada 17 April mendatang berjalan kondusif dan damai.

Ketua panitia kegiatan, Muhammad Halim, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari keprihatinan mengenI pergelaran kontestasi Pemilu 2019 yang bisa berpotensi memecah belah umat, maupun persatuan komponen bangsa. " Kami ingin mengembalikan gelaran ini, jangan sampai menimbulkan perpecahan. Pesan damai harus menjadi komitmen bersama. Siapapun yang menang harus legawa. Jangan sampai terjadi kerusuhan di masyarakat. Kami ingin damai lintas organisasi," jelas Halim kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).

Selain kegiatan silaturahmi umat, juga direncanakan ada ikrar damai dari Solo untuk Indonesia. Seusai kegiatan juga diharapkan tidak ada perpecahan pada ajang kegiatan lima tahunan ini. Hadir dalam kegiatan itu Habib Umar Assegaf, Mu'inudinillah Basri, Ustaz Wahyuddin, Subari, Sofwan Fauzi, Ahmad Sukina, Buya Soni, dan Muhtarom, Pengulu Tafsir Anom Karaton Solo.

Wakil ketua penyelenggara, Burhanudin Hilal, mengatakan kegiatan itu bukan acara dari tim pasangan calon (Paslon) tertentu. Peserta juga dilarang memakai  atau membawa atribut partai politik, dilarang memakai atau membawa atribut kampanye capres atau cawapres dan dilarang melakukan kampanye politik.

"Supaya menghindari fitnah, itu kegiatan paslon tertentu, apalagi masih masa kampanye, makanya acara ini tidak bagian dari acara kampanye, tidak bagian acara paslon tertentu, tidak acara dari tim pemenangan tertentu. Kami sudah berkomitmen," jelas Burhanudin.

Baik bagi panitia, baik penceramah, maupun seluruh yang hadir dalam kegiatan. Karena nanti akan ditempatkan satgas yang bertugas mensterilkan. “Apabila ada tokoh melakukan kampanye politik maka aksi itu akan dihentikan moderator. Para tokoh berbicara selama lima menit, tidak boleh menyampaikan apapun, terutama yang berbau politik praktis," jelas dia.