Penyortir Surat Suara di KPU Solo Mulai Jenuh

Tenaga penyortir dan pelipat surat suara Pemilu 2019 wilayah Kecamatan Banjarsari, Solo, sedang melaksanakan tugas mereka di Gudag KPU Solo, Kamis (28/3 - 2019). (Solopos/Kurniawan)
29 Maret 2019 23:10 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO— Petugas penyortir dan pelipat surat suara Pemilu 2019 Kecamatan Banjarsari, Solo, mulai diserang rasa jenuh, Kamis (28/3/2019). Kondisi Gudang KPU Solo yang gerah karena sirkulasi udara yang kurang semakin membuat mereka tak nyaman.

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Banjarsari pun harus memasang enam kipas angin dan satu air cooler untuk mengurangi panasnya kondisi di dalam gedung. Jangan sampai para petugas itu berkeringat dan menetes di surat suara.

Anggota PPK Banjarsari Divisi Logistik Suroso, 52, melihat ada kejenuhan yang mulai dirasakan para petugas. Sebab mereka telah bekerja sejak Senin (25/3/2019). “Saya melihatnya ada semacam kejenuhan. Ini sudah hari ke empat mereka bertugas. Teman-teman merasa jenuh karena suasana gerah, exhaust-nya kurang. Makanya kami minimalisasi kondisi gedung yang gerah dengan kipas angin,” ujar dia kepada Solopos.com, Kamis (28/3/2019).

Suroso memerinci karakteristik gedung KPU Solo yang digunakan untuk proses sortir dan lipat surat suara. Selain bangunannya kurang terbuka, bagian atap terbuat dari galvalum. “Dindingnya kurang terbuka dan tak ada exhaust,” kata dia.

Bukan perkara mudah bertahan berjam-jam di ruangan tersebut dengan aktivitas yang terbatas. Selama di ruangan itu petugas harus fokus dengan tugasnya menyortir dan melipat surat suara. Bila akan minum mereka harus keluar gedung. Tujuannya agar air minum tidak menetesi surat suara Pemilu 2019.

“Syarat bertugas di sini tas dan HP ditaruh jadi satu di bagian depan gedung. Tak boleh ada anak kecil, kalau mau minum di luar gedung. Kami diawasi Panwascam,” urai dia.

Suroso menerangkan petugas sortir dan lipat suara hanya punya waktu istirahat satu jam pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB. Selama satu jam mereka bisa menjalankan ibadah Salat Zuhur, makan siang yang telah disediakan, dan istirahat.

“Jam kerja teman-teman mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan waktu istirahat pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB. Kami sedang pacu proses sortir dan lipat surat suara agar selesai sesuai target pada 31 Maret 2019,” tutur dia.

Komisioner KPU Solo, Bambang Christanto, tidak menampik dengan kondisi gedung. Kondisi serupa menurut dia terjadi di gudang logistik Kecamatan Jebres di Solo Techno Park.

Untuk membantu sirkulasi udara di tempat sortir dan lipat surat suara, menurut dia sudah dipasangi kipas angin dan air cooler. “Iya, memang kondisi gedungnya seperti ini. Berbeda dengan di Pasar Kliwon, tak segerah di sini,” aku dia.