BNN Cek Urine Ratusan Petugas Terminal Tirtonadi Solo, Ada Yang Positif Narkoba?

Tes urine. (Solopos/Nicolous Irawan)
29 Maret 2019 21:40 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng mengecek urine ratusan petugas Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Jumat (29/3/2019). Hasilnya, dua ratus petugas terminal dinyatakan negatif narkotika.

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), BNNP Jateng, Susanto, saat dijumpai wartawan di lokasi kegiatan mengatakan kegiatan cek urine merupakan upaya antisipasi dalam situasi darurat narkotika di Indonesia.

Upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dilakukan dengan mendeteksi dini petugas terminal.

“P4GN berpedoman pada tiga prinsip terkait deteksi dini ini yakni sinergitas, keseimbangan, dan kesinambungan. Tujuannya menciptakan lingkungan bebas dari narkoba tidak hanya satu hari lantas usai namun harus berlanjut secara terus menerus. Hari ini kami lakukan karena kerja sama dari Kementerian Perhubungan, komitmen untuk mendukung lingkungan bebas narkotika,” ujarnya.

Ia menambahkan tidak hanya cek urine, upaya preventif berupa penyuluhan juga dilakukan sebagai langkah antisipasi. Menurutnya, apabila dilihat dari jumlah penyalahgunaan narkotika di Pulau Jawa, Provinsi Jawa Tengah, berada di posisi ketiga setelah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Jawa Tengah sebagai lokasi transit yang menghubungkan lintas provinsi memiliki potensi bahaya penyalahgunaan narkotika. Ia menambahkan dalam pemeriksaan pada seluruh petugas terminal hasilnya negatif. Apabila ditemukan ada yang positif harus segera direhabilitasi.

Menjelang arus mudik Lebaran, BNN akan mengecek urine pengendara atau operator pelayanan moda transportasi bersama Kementerian Kesehatan dan Polri. Ia menegaskan suatu hal yang perlu diwaspadai oleh pekerja yakni tawaran minuman ringan dengan modus untuk menambah semangat karena dikhawatirkan terkandung narkotika.

Sementara itu, narkotika yang sering disalahgunakan oleh pekerja yakni jenis stimulan seperti sabu-sabu atau pil ekstasi. Koordinator Terminat Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, mengatakan seluruh petugas terminal melakukan cek urine.

Ia menegaskan setiap tiga bulan sekali juga ada pemeriksaan urine operator bus, terlebih menjelang arus mudik Lebaran. Ia berharap seluruh anggotanya terbebas dari penyalahgunaan narkotika .