Coblosan Enggak Lama Lagi, Warga Klaten Masih Tak Kenal Caleg

Ilustrasi caleg. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
29 Maret 2019 06:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Sinyal bahaya bagi para calon anggota legislatif (caleg) DPRD Klaten. Coblosan tinggal sebentar lagi, sejumlah warga di Klaten ada yang belum mengenal caleg DPRD Klaten yang bakal mereka pilih pada Pemilu 2019. Coblosan untuk Pemilu Legislatif dibarengkan dengan Pilpres, Rabu (17/4/2019).

Salah satu warga Desa Krecek, Kecamatan Delanggu, Heni, 25, mengaku belum mengetahui satu pun caleg DPRD Klaten. Ia mengaku selama ini belum ada sosialisasi atau kampanye dari caleg DPRD ke kampungnya. “Siapa saja capres-nya saya tahu. Kalau siapa caleg DPRD Klaten saya tidak tahu. Memang banyak baliho terpasang di pinggir jalan, tetapi saya sendiri tidak tahu mereka siapa,” kata Heni saat ditemui Solopos.com di Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Selasa (26/3/2019).

Lantaran belum mengenal siapa saja caleg DPRD Klaten, Heni belum menentukan pilihan sosok caleg yang bakal ia coblos nantinya. “Biasanya asal coblos saja. Sebenarnya ingin tahu siapa saja sosoknya dan bagaimana sebenarnya mereka itu,” ungkapnya.

Salah satu warga Desa Birin, Kecamatan Gantiwarno, Siti, 27, mengaku selama ini sudah ada tiga caleg DPRD Klaten yang sosialisasi di kampungnya. Hanya, ia belum memiliki pilihan sosok caleg yang bakal ia pilih. “Sudah ada tiga caleg yang datang untuk sosialisasi. Namun, saya sendiri tidak cocok dengan program yang mereka tawarkan. Seharusnya para caleg itu datang ke kampung-kampung mengenalkan diri, sehingga warga bisa tahu siapa yang paling cocok mereka pilih,” urai dia.

Salah satu warga sekaligus pemilih pemula asal Kalikotes, Klaten, Ike, 18, mengaku belum mengenal caleg secara detail. Hingga sekarang, siswi di salah satu SMK di Klaten itu belum memiliki bayangan siapa caleg yang akan dipilih saat Pemiu 2019.

“Belum ada bayangan akan memilih caleg yang mana? Jarang memperoleh informasi yang valid. Kalau mencari informasi di media sosial [medsos], biasanya tak langsung saya percaya juga. Soalnya, banyak kabar hoaks di medsos. Kebetulan, saat ini lagi fokus ujian nasional [UN]. Setelah UN, baru mencari tahu tentang caleg yang ada. Yang jelas, caleg yang dipilih nanti harus benar-benar memikirkan rakyatnya, beragama, dan tidak korupsi,” katanya.