Gaet Turis Asing, Karanganyar Siapkan Wisata Halal

Kepala Bidang Pemasaran Area I (Jawa) Kemenpar, Wawan Gunawan memberikan materi kepada peserta pada bimtek pemasaran pariwisata di Hotel Nava Tawangmangu, Rabu (27/3/2019). - Wahyu Prakoso
29 Maret 2019 15:25 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk mendukung pemasaran pariwisata di Hotel Nava Tawangmangu, Rabu (27/3/2019). Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar, menyiapkan wisata halal untuk wisatawan dari Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Kepala Bidang Pemasaran Area I (Jawa) Kemenpar, Wawan Gunawan, menjelaskan bimtek tersebut wujud apresiasi kepada Komisi X DPR yang menangani bidang pariwisata. Dia mengatakan, Kemenpar berupaya memajukan pariwisata melalui branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia.

“Kegiatan ini bertujuan untuk sosialisasi kepada masyarakat. Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia bukan milik Kemenpar tetapi milik bangsa, milik masyarakat Karanganyar yang dapat dijual ke internasional,” katanya kepada Solopos.com di sela-sela acara.

“Yang paling penting adalah komitmen dari pemerintah daerah. Terkait dengan pariwisata, apakah mereka peduli atau mendudukan pariwisata menjadi sektor unggulan untuk membangun daerahnya. Kalau daerah memosisikan pariwisata menjadi core bisnis untuk membangun kesejahteraan masyarakat. Kemenpar wajib mendukungnya,” katanya kepada Solopos.com.

Anggota Komisi X DPR, Laila Istiana, menjelaskan komisi X selalu mendorong agar anggaran untuk bidang pariwisata terutama untuk destinasi selalu ditingkatkan sehingga wisatawan yang berkunjung merasa puas dengan fasilitas yang tersedia.

“Selama ini anggaran promosi ke luar negeri jomplang dengan anggaran promosi dalam negeri. Kami tingkatkan itu. Jangan sampai wisatawan luar negeri yang datang ke Indonesia khususnya ke Karanganyar kapok karena destinasi tidak siap. Pendampingan sumber daya manusia (SDM) juga sangat penting,” katanya kepada Solopos.com.

Dia menjelaskan, pentingnya komunitas untuk promosi destinasi pariwisata melalui media sosial. Dia meminta, komunitas menggarap konten foto dan narasi dengan serius. Menurut Laila, sektor pariwisata harus berkolaborasi dengan ekonomi kreatif.

Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawito, menjelaskan tahun ini pihaknya menyiapkan fondasi wisata yang menyasar wisatawan asing, khususnya dari Timur Tengah dan Asia Tenggara. “Kami ingin meningkatkan kunjungan dari wisatawan asing dan memperbaiki kualitas destinasi supaya wisatawan lokal maupun wisatawan asing bisa tinggal lebih lama di Karanganyar,” katanya kepada Solopos.com di sela-sela acara.

Menurut Titis, potensi wisatawan dari timur tengah menjanjikan. Pihaknya akan memanfaatkan jalur penerbangan dari bandar udara di Jogja dan bandara Adi Soemarmo, Solo. Dia menjelaskan, selama ini rute Solo-Jeddah belum maksimal karena hanya diisi oleh penumpang lokal untuk umroh.

“Wisatawan asing dibagi dalam beberapa kategori. Kami akan perbanyak destinasi wisata internasional. Fokusnya dari Asia Tenggara dan Timur Tengah. Kami siapkan wisata halal di Kecamatan Ngargoyoso dan Karangpandan. Tahun ini kami juga punya pelatihan yang masif untuk menyiapkan SDM, antara lain pemandu wisata, pengelola wisata, dan lainya,” ujarnya kepada Solopos.com.