Jelang Pemilu, Takmir Masjid Diminta Jadi Pendingin Masyarakat

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
29 Maret 2019 17:25 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Takmir masjid diminta menjadi motor pendingin saat situasi kamtibmas dalam proses Pemilu 2019 memanas. Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, menyampaikan takmir masjid sebagai mitra kerja Polri untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Karanganyar.

Pernyataan itu disampaikan saat Kapolres memberikan sambutan pada acara Forum Silaturahmi Kamtibmas (FSK) Jelang Pemilu Bersama Takmir Masjid Kabupaten Karanganyar di Hotel Taman Sari Karanganyar, Rabu (27/3/2019). Kegiatan itu mengusung tema Menjaga Kondusivitas Kamtibmas di Kabupaten Karanganyar yang Aman, Damai, dan Sejuk.

"Terima kasih kepada romo, ulama, takmir masjid atas kerja sama menjaga situasi kondusif Kabupaten Karanganyar. Keamanan bukan tanggung jawab TNI/Polri saja melainkan tanggung jawab bersama. Takmir mitra kerja luar biasa yang selalu menjaga suasana masyarakat sejuk," kata Kapolres saat memberikan sambutan.

Selain itu, Kapolres kembali menyinggung tentang hoaks. Dia mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersama-sama memerangi hoaks dan ujaran kebencian. Orang nomor satu di Polres Karanganyar itu juga mengajak seluruh warga Karanganyar menjaga "rumah" Kabupaten Karanganyar dan "keluarga" warga Karanganyar terutama selama Pemilu 2019.

"Pilihan beda namun silaturahmi harus tetap dijaga. TNI/Polri netral dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Tugas kami mengamankan agar berlangsung aman dan damai," ujar dia.

Hal senada disampaikan Kepala Satuan (Kasat) Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Karanganyar, AKP Suwarsi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi. Suwarsi menyebut takmir masjid sebagai motor pendingin untuk menenangkan jemaah agar tidak terpengaruh situasi politik.

"Takmir masjid itu motor pendingin yang akan mendinginkan hati masyarakat agar tidak terpengaruh situasi panas. Kaitan dengan hoaks semua sudah mengingatkan. Kami beruntung memiliki mitra kerja [takmir masjid]. Pelaksanaan FSK ini untuk cooling system. Kami ini berupaya wilayah Karanganyar aman, damai, dan sejuk," tutur dia saat berbincang dengan wartawan seusai acara.

Sementara itu, Plt. Sekda Kabupaten Karanganyar, Sutarno, mengungkapkan pemilihan kepala desa (pilkades) pada Februari menjadi tolok ukur situasi kamtibmas di Kabupaten Karanganyar. Selain itu dia berharap takmir masjid dan sesepuh mengambil peran masing-masing.

"Saat ini aman dan adem ayem. Kampanye masih aman dan tertib. Pilkades aman dan tertib bisa menjadikan tolok ukur. Bupati berpesan takmir masjid dan sesepuh agama berperan mendinginkan jemaah. Waspada berita hoaks yang tidak bisa dipertanggugjawabkan," tutur dia saat memberikan sambutan.

Ketua MUI Karanganyar, Zainuddin, menyampaikan materi tentang menjaga kesucian masjid. Menurutnya masjid harus digunakan sesuai peruntukan dan tidak menjadi tempat kampanye. Tujuannya adalah menjaga situasi kondusif kamtibmas di Karanganyar.

"Masjid harus menjadi area bebas dari atribut partai, bebas atribut ormas dan kelompok. Menggunakan masjid untuk kampanye bisa merusak fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan pembinaan umat dan mengganggu persatuan, kerukunan umat. Kami mengimbau takmir mengingatkan khatib, dai saat ceramah, mengisi pengajian, tidak kampanye baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan tidak berceramah tentang politik atau partai," tutur dia saat memberikan sambutan.