RSUD Ngipang Solo Miliki Alat Canggih Hancurkan Batu di Saluran Kencing

Beberapa ember sengaja ditaruh di lantai Gedung Lantai III RSUD Solo di Ngipang, Kadipiro, Banjarsari, Solo, untuk menampung tetesan air hujan, Selasa (19/3/2019) petang. (Solopos - Kurniawan)
30 Maret 2019 01:00 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solo di Kampung Ngipang, Kadipiro, Banjarsari, telah mendapatkan alat canggih untuk penanganan penyakit batu di saluran ureter bernama extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL).

Alat buatan Jerman tersebut dibeli menggunakan dana bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) (Banprov) Jawa Tengah (Jateng) pada akhir 2018. Tidak main-main, harga satu unit alat canggih tersebut mencapai Rp5 miliar.

“Memang belum kami operasikan hingga sekarang karena masih menunggu perizinan. Kami dapat alat itu akhir tahun lalu dalam kondisi baru. Satu unit saja sudah cukup. Untuk harganya ya sekitar Rp5 miliar,” tutur Direktur RSUD Solo, Willy Handoko, saat mendampingi inspeksi Komisi IV DPRD Solo, Selasa (26/3/2019).

Kendati sudah ada sejak akhir 2018, alat ESWL belum juga dioperasikan. Dia menjelaskan keberadaan alat ESWL di RSUD Solo sangat penting. Sebab berdasarkan data pasien yang datang ke RSUD Solo cukup banyak yang mengeluhkan penyakit batu di saluran kencing atau ureter yang butuh penanganan.

Bila dirata-rata dari 100 pasien yang datang ke RSUD Solo, Willy menjelaskan, sebanyak 10-20 persennya mengeluhkan penyakit batu di saluran ureter. Mereka tidak hanya berasal dari Kota Solo, tapi daerah-daerah di sekitarnya.

“Pasien dengan keluhan seperti itu [batu di saluran ureter] cukup banyak yang datang ke tempat kami,” kata dia.

Menurut Willy, penyakit batu di saluran ureter disebabkan kebiasaan menahan kencing dan kurang minum air putih. Penyakit tersebut disebabkan kebiasaan tidak sehat yang dipicu karena kesibukan sehari-hari.

Ihwal tarif atau biaya menggunakan alat ESWL, Willy mengaku belum bisa menyampaikan. Dia beralasan tarif harus diatur menggunakan Perwali yang sedang disusun. Tapi dia menjamin tarif di RSUD Solo lebih murah dari RS swasta.

“Mudah-mudahan bulan depan alat ini sudah bisa kami operasikan. Soal biaya, karena kami RS negeri tentu lebih murah dari swasta. Kami imbau masyarakat banyak minum air putih dan tidak menahan kencing,” sambung dia.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro, mengakui keberadaan alat ESWL sangat penting di RSUD Solo. Politikus PKS tersebut berharap ESWL di RSUD Solo segera dioperasikan mengingat banyaknya pasien yang datang.