51 Warga Solo akan Nyoblos di Luar Negeri Pakai Formulir A5

Ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
30 Maret 2019 03:37 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Sebanyak 51 warga Kota Solo terdeteksi tersebar di sejumlah negara di luar negeri. Mereka telah mengurus Formulir A5 sebagai syarat pindah memilih.

Sebab mereka tidak mudik selama masa pesta demokrasi lima tahunan di negeri ini. Penjelasan tersebut disampaikan Komisioner KPU Solo, Kajad Pamuji, saat diwawancara Solopos.com melalui sambungan telepon seluler (ponsel), Jumat (29/3/2019) siang.

“Ini saya sedang di Semarang. Jumlah warga Solo yang akan mencoblos di luar negeri berdasarkan data yang masuk ke kami per 17 Maret 2019 tercatat 51 orang. Mereka sudah sejak jauh-jauh hari mengurus berkas persyaratan pindah memilih,” ujar dia.

Kajad merinci warga Solo yang akan mencoblos di luar negeri berada di Mesir, Australia, Malaysia, Taiwan, dan Jerman. Mereka berada di luar negeri karena sedang menempuh study dan bekerja. “Rata-rata mereka sedang belajar dan bekerja,” kata dia.

Kajad menerangkan waktu pencoblosan atau penyaluran suara Pemilu 2019 bagi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri berlangsung lebih dulu dibandingkan di Tanah Air. Pemungutan suara di luar negeri digelar pada Senin-Minggu (8-14/4/2019).

Sedangkan pemungutan suara di Tanah Air hanya berlangsung sehari pada Rabu (17/4/2019) mendatang. “Mekanisme pemungutan suaranya ada beberapa seperti kotak suara keliling, atau surat suara dikirim lewat Kantor Pos,” Kajad Menerangkan.

Dia mengimbau seluruh warga Solo yang terdaftar sebagai pemilih agar menggunakan hak mereka untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2019. Sebab suara bangsa Indonesia yang akan menentukan arah pembangunan dan masa depan bangsa ini.

Terpisah, pengamat politik Solo, Agus Riewanto memprediksi tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 akan cukup tinggi. Hal itu menurut dia karena sangat geregetnya pertarungan Pemilu calon presiden dan calon wakil presiden.

Apalagi media massa secara masif memberitakan tentang dinamika politik danPemilu 2019. Kondisi tersebut memunculkan kesadaran moral masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka. Mereka ingin ikut menentukan masa depan bangsa.

“Saya pikir tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 akan meningkat dibandingkan Pemilu sebelumnya. Bila dilihat tren beberapa kali pemilu, tingkat partisipasi pemilih kan cenderung meningkat dari waktu ke waktu,” urai dia.

Agus menggarisbawahi tingginya partisipasi pemilih Pemilu 2019 tidak hanya hasil kerja penyelenggara KPU. Sebab banyak pihak yang terlibat dalam sosialisasi pemilu seperti media massa, parpol, caleg, dan tim sukses.