Usir Nyamuk DBD, Warga Kreto Sragen Pelihara Ikan Cupang

Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno, membagikan ikan cupang kepada warga di sela-sela kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di Dusun Ketro Kulon, Desa Ketro, Kecamatan Tanon, Sragen, Jumat (29/3 - 2019). (Moh. Khodiq Duhri)
30 Maret 2019 12:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Warga Desa Ketro, Kecamatan Tanon, Sragen, menerima ratusan ikan cupang dan aneka tanaman pengusir nyamuk, Jumat (29/3/2019). Ikan itu akan mereka pelihara.

Ratusan ikan cupang pemangsa jentik-jentik nyamuk itu merupakan hasil pembibitan sejumlah warga di lingkungan sekitar. Sementara itu, tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, serai wangi, rosemary, zodia, dan lain sebagainya disediakan Dinas Pertanian (Dispertan) Sragen.

“Pembagian ikan cupang ini yang pertama di kegiatan PSN [pemberantasan sarang nyamuk]. Saya mengapresiasi warga sekitar yang membudidayakan jenis ikan pemangsa jentik-jentik nyamuk ini. Saya harap ikan cupang bisa dipelihara di rumah supaya jentik-jentik nyamuk berkurang,” terang Bupati Sragen saat menggelar PSN di Dusun Ketro Kulon, Desa Ketro, Kecamatan Tanon, Sragen, Jumat (29/3/2019).

Di Tanon banyak ditemukan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada beberapa bulan lalu. Namun, setelah program PSN digalakkan, dalam sebulan terakhir tidak ditemukan kasus DBD di Desa Tanon. “Pada umumnya angka DBD di Sragen sudah ada penurunan. Ini malah anak saya yang terkena DBD, tapi di luar Sragen. Dia kuliah di Undip Semarang, nah pada Jumat kemarin minta dijemput karena sakit. Dia panas naik-turun. Saya kira itu faringitis akut [radang tenggorokan]. Setelah kita cek setiap hari secara maraton, kita ambil sampel darahnya, ternyata trombositnya turun. Alhamdulillah setelah dirawat di rumah, kondisinya membaik,” ucap Bupati.

Camat Tanon, Suratman, menjelaskan kegiatan PSN melibatkan semua siswa di tiga sekolah di Kecamatan Tanon. Satu siswa diminta menggelar PSN di tiga rumah di sekitarnya. Pelibatan siswa dalam kegiatan PSN, kata Suratman, terbukti manjur dalam menanggulangi penyebaran penyakit DBD, tidak hanya di Kecamatan Tanon, tetapi juga di kecamatan sekitar seperti Plupuh, Sumberlawang dan Mondokan.

“Satu sekolah ada ratusan siswa. Padahal ada tiga sekolah yang diajak menyukseskan program PSN. Tidak adanya temuan kasus DBD dalam sebulan terakhir ini tidak lepas dari peran siswa dalam menggalakkan program PSN,” terang Suratman.