Pemilu 2019: Ribuan Pemilih Wonogiri Nyoblos Pakai A5

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
30 Maret 2019 11:30 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Ribuan pemilih asal Wonogiri menggunakan formulir A5 untuk pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pada Pemilu 17 April mendatang. Mereka didominasi oleh karyawan pabrik, manajer, hingga mahasiswa dan santri.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, Toto Sih Setyo Adi, mengatakan ribuan pemilih itu mengurus A5 di kantor KPU, PPS, hingga sistem jemput pola oleh KPU dengan mendatangi pabrik, sekolah, dan instansi-instansi lainnya. Selain sosialisasi A5, KPU mengajak pemilih agar pulang ke Wonogiri untuk menggunakan hak suara secara utuh.

“Kami tetap berharap kalau libur dan bisa pulang ya pulang. Kalau terpaksa enggak bisa ya pakai A5,” kata dia, kepada Solopos.com, beberapa waktu yang lalu.

Secara terperinci jumlah pemilih yang menggunakan A5 meliputi 532 pemilih masuk yang mengurus di daerah asal. Pemilih ini tersebar di 294 TPS dan 95 desa/kelurahan. Lalu, ada 712 pemilih masuk yang mengurus di daerah tujuan yang tersebar di 276 TPS dan 109 desa/kelurahan.

Selain itu, ada 818 pemilih keluar yang mengurus di daerah asal yang tersebar di 391 TPS dan 141 desa/kelurahan. Terakhir, sebanyak 2.191 pemilih keluar yang mengurus di daerah tujuan tersebar di 1.263 TPS dan 288 desa/kelurahan.

Toto menerangkan penggunaan A5 dengan pindah daerah pemilihan (Dapil) bisa mengurangi jumlah hak suara yang dipakai. Ia mencontohkan pemilih pindah dari Sukoharjo ke Wonogiri tidak bisa menggunakan hak suaranya untuk DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, dan DPRD RI. Yang bersangkutan hanya akan mendapatkan dua surat suara yakni DPD RI dan Presiden dan Wakil Presiden.

“Kalau pindah keluar provinsi hanya bisa memilih presiden dan wakil presiden saja. Maka itu, kami selalu tekankan kalau bisa pulang silakan pulang,” harap dia.

Ia menilai mereka yang mengurus A5 untuk menggunakan hak suaranya memiliki kesadaran politik yang cukup tinggi. Kendati, penggunaan A5 tidak menjamin bakal menggunakan hak pilih dalam pemilu.

“Pemberian A5 tidak menjamin mereka bakal menggunakan hak pilih. Tapi setidaknya kami sudah memfasilitasi. Kami sisir mereka ke sekolah dan pabrik. Sebab, dari mereka ada pula yang tahu A5 tapi enggan mengurus. Kami jemput bola dan mudah-mudahan dipakai,” ujar Toto.