Rumah Joglo Roboh, Warga Klaten Meninggal Dunia

Ilustrasi mayat. (Solopos/Whisnu Paksa)
31 Maret 2019 08:00 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN –-- Warga Mrisen RT 002/RW 002, Juwiring, Klaten, Sriyanto alias Apil, 50,meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan rumah joglo yang roboh di desa setempat, Sabtu (30/3/2019) petang. Selain mengakibatkan korban meninggal dunia, peristiwa tersebut juga mengakibatkan dua korban luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com,Sriyanto bersama istrinya, Suparmi, 48, terpaksa berteduh di rumah joglo tua milik tetangganya, Sarbini, di RT 002/RW 003. Selain pasangan suami istri (pasutri) itu, terdapat warga lain yang turut berteduh, yakni Nugroho, 45. Ketiganya berteduh karena berlangsung hujan deras.

Di tengah berteduh karena hujan deras itu  juga terjadi angin kencang di kawasan Mrisen. Angin kencang itu mampu merobohkan rumah joglo tua berukuran 6 meter X 8 meter milik Sarbini. Spontan, reruntuhan rumah itu menimpa Sriyanto, Suparmi, dan Nugroho. Tak berselang lama, warga di Mrisen yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan.

Warga mengevakuasi Sriyanto, Suparmi, dan Nugroho. Suparmi mengalami luka di tangan kanan, kepala memar. Sedangkan, Nugroho mengalami luka ringan. Keduanya menjalani rawat jalan di RS PKU Muhammadiyah Delanggu.

“Saat joglo diangkat, ternyata Pak Sriyanto sudah dalam kondisi meninggal dunia. Rumah joglo itu memang sudah berusia tua. Angin kencang di Juwiring juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan listrik mati di Jl. Juwiring-Delanggu. Selain listrik mati di Mrisen, kejadian serupa juga terjadi di Juwiran dan Jaten,” kata Camat Juwiring, Herlambang, kepada Solopos.com, Sabtu.

Terpisah, Kapolsek Juwiring, AKP Waleri, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan rumah Sriyanto dengan rumah joglo milik Sarbini berjarak 600 meter.

“Ada juga sepeda kayuh [rusak karena tertimpa reruntuhan rumah joglo],” katanya.

Pelaksana Tugas(PLt) Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Dodhy Hermanu, mengaku sudah memperoleh informasi tentang jatuhnya korban jiwa lantaran tertimpa reruntuhan rumah joglo di Juwiring.

“Saya sedang mengecek lokasi kejadian [Pemkab Klaten masih menetapkan siaga darurat puting beliung, banjir, dan longsor sejak 1 November 2018],” katanya.