Baliho Kampanye Prabowo-Sandi di Wedi Klaten Dibakar

Baliho pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi di tepi jalan raya Wedi-Bayat, Desa Gadungan, Kecamatan Wedi, Klaten, rusak akibat dibakar orang tidak dikenal, Sabtu (30/3/2019) sore. (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
31 Maret 2019 18:45 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Baliho pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Prabowo-Sandi yang dipasang di kawasan Wedi, Klaten, diduga dibakar orang tak dikenal.

Baliho yang dibakar itu dipasang di pagar salah satu rumah di persimpangan Pasar Wedi, Dukuh Rogosutan, Desa Gadungan, Kecamatan Wedi. Baliho itu merupakan salah satu baliho berukuran 7 meter x 3 meter yang dipasang sukarelawan Prabowo-Sandi Wedi (Paswed).

Aksi pembakaran diperkirakan terjadi pada Sabtu (30/3/2019) sekitar pukul 17.00 WIB. Ketua Paswed, Harsono, mengatakan baliho bergambar capres-cawapres nomor urut 02 itu dipasang tiga bulan lalu.

Ia memastikan pemasangan sudah seiizin pemilik rumah. “Kami sudah izin termasuk ada surat kuasa. Kami juga sampaikan ke Polsek,” kata Harsono saat ditemui di Posko Paswed, Desa Gadungan, Minggu (31/3/2019).

Pembakaran baliho diperkirakan dilakukan satu orang. Harsono menjelaskan informasi yang ia peroleh dari petugas parkir serta pedagang di sekitar lokasi, pelaku mengenakan penutup wajah.

Seusai membakar, pelaku lantas pergi mengendarai sepeda motor. “Setelah itu ditemukan botol yang setengahnya berisi pertalite. Botol ditemukan di bawah baliho,” jelas dia.

Menanggapi aksi pembakaran baliho tersebut, Paswed masih konsolidasi internal. Sukarelawan juga sudah berkoordinasi dengan panitia pengawas kecamatan (panwascam).

“Kami tidak melangkah terburu-buru. Kalau memang diperlukan, kami akan mengambil langkah-langkah ke arah sana [jalur hukum]. Kami memiliki tim kuasa hukum. Yang jelas, kami sangat menyayangkan. Ini pesta demokrasi dan kami inginnya berjalan elegan dan senang,” ungkapnya.

Salah satu sukarelawan Paswed, Taufiq Hidayat, mengatakan Paswed merupakan sukarelawan nonpartisan beranggotakan simpatisan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 di wilayah Wedi. Ia menjelaskan ada enam baliho berukuran besar dipasang di wilayah Kecamatan Wedi.

Taufiq mengatakan pembakaran baliho itu dilakukan saat kondisi di sekitar lokasi ramai. Beruntung, api bisa cepat dipadamkan warga di sekitar lokasi. “Yang menjadi kekhawatiran kami, api bisa merembet ke rumah,” ungkapnya.

Soal pelaku pembakaran baliho, Taufiq menuturkan sukarelawan masih mencari tahu. Ia memastikan baliho yang terbakar tak diganti. “Insyaallah tidak perlu diganti. Seperti itu saja dengan tujuan sebagai pembelajaran,” urai dia.

Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrahman, mengatakan sudah menerima laporan dari Panwascam terkait rusaknya baliho capres-cawapres yang dipasang Paswed. Atas laporan tersebut, Bawaslu meminta panwascam melakukan investigasi.

“Dalam waktu sepekan, harus sudah diregistrasi Bawaslu terkait hasil investigasi. Kalau memang memenuhi persyaratan untuk ditindaklanjuti, kami akan bawa ke Gakkumdu untuk mengambil langkah selanjutnya,” tutur dia.

Arif menjelaskan ada atau tidak ada laporan terkait rusaknya baliho tersebut, investigasi tetap dilakukan. Namun, ia berharap ada warga yang melapor ke Bawaslu guna memudahkan proses investigasi.

“Harapan kami ada masyarakat yang melaporkan disertai bukti-bukti tambahan. Pelaporan itu juga memudahkan kami untuk mencari saksi-saksi,” ungkapnya.