290 Orang Ditemukan Meninggal di Wonogiri

Ilustrasi mayat. (Solopos/Whisnu Paksa)
31 Maret 2019 17:45 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Sebanyak 290 orang ditemukan meninggal dunia di Wonogiri selama lima tahun terakhir. Sebanyak 96 orang di antaranya karena bunuh diri.

Tahun lalu terdapat 24 orang bunuh diri atau rata-rata ada dua orang bunuh diri tiap bulan. Mereka bertindak di luar akal sehat karena tipisnya iman yang didukung faktor ekonomi, penyakit, atau faktor lainnya.

Data yang dihimpun Solopos.com dari Bagian Operasi (Bagops) Polres Wonogiri, Minggu (31/3/2019), jumlah orang bunuh diri pada 2018 tersebut menurun tiga orang dibanding 2017 yang saat itu tercatat ada 27 orang bunuh diri.

Tahun itu merupakan puncak tertinggi kasus orang bunuh diri di Kota Sukses dalam rentang waktu 2014-2018. Peristiwa orang bunuh diri pada 2014 tercatat 12 orang, 2015 sebanyak 18 orang, dan 2016 ada 15 orang.

Hampir semua kasus dilakukan dengan cara gantung diri. Cara lain orang mengakhiri hidup yakni dengan menceburkan diri ke sungai dan ke laut. Total jumlah orang bunuh diri selama lima tahun itu mencapai 96 orang.

Angka itu hampir separuh dari jumlah orang yang ditemukan meninggal dunia pada rentang waktu yang sama. Pada masa itu ada 194 orang ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam, tersetrum, tertimpa pohon, terpeleset di sawah/kebun, dan sebagainya.

Terdapat pula temuan kerangka manusia di area sumur bawah tanah yang akhirnya diketahui kerangka seorang perempuan yang menjadi korban pembunuhan. Kabagops Polres Wonogiri, Kompol Jaka Wibawa, saat dihubungi Solopos.com, Minggu, menilai fakta tersebut memprihatinkan.

Menurut dia orang sampai nekat mengakhiri hidup karena tak memiliki fondasi iman yang kuat. Faktor itu didukung berbagai masalah yang dihadapi, seperti ekonomi, penyakit, merasa tak diperhatikan, tak ingin merepotkan keluarga atau orang lain, kondisi geografis yang membuat orang bersangkutan berjauhan dengan tetangga sehingga tak bisa berbagi rasa dengan orang lain, dan sebagainya.

“Orang yang bunuh diri di Wonogiri mayoritas orang tua. Ada yang sakit menahun yang tak kunjung sembuh akhirnya putus asa. Akhirnya menganggap bunuh diri adalah jawaban,” kata Jaka mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.

Jaka melanjutkan seluruh elemen masyarakat harus turut andil mencegah orang bunuh diri. Tokoh masyarakat atau tokoh agama perlu mendampingi orang yang sudah menunjukkan gejala putus asa.

Pada beberapa kasus, sebelumnya mereka sudah berupaya bunuh diri, seperti menusukkan pisau ke perut. Menurut Jaka, orang seperti itu perlu mendapat perhatian khusus dari keluarga, tetangga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya.

Hal itu supaya orang bersangkutan kembali bersemangat menjalani hidup. Jika tak direspons, orang seperti itu kemungkinan besar akan berupaya bunuh diri lagi. Di Wonogiri terdapat kasus seperti itu yang akhirnya orang tersebut benar-benar bunuh diri.

“Bhabinkamtibmas ikut memberi pemahaman warga terkait masalah ini [kasus bunuh diri]. Perhatian keluarga dan tetangga sangat penting, terlebih kepada orang tua yang hidup hanya berdua di kampung. Jangan sampai orang tua merasa tak diperhatikan,” imbuh Jaka.

Terpisah, Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kemenag Wonogiri, Noor Syahid, menyebut angka bunuh diri di Wonogiri tergolong tinggi. Kantor Kemenag turut menekan angka bunuh diri, yakni dengan penyuluhan agama di seluruh wilayah di Wonogiri.

Penyuluhan dilaksanakan lebih dari 230 penyuluh agama non-PNS maupun PNS yang tersebar di 25 kecamatan. Setiap orang bertugas menyuluh minimal 16 kali sebulan. Salah satu materi yang diangkat dalam penyuluhan ihwal kematian.

Secara terperinci, data orang yang ditemukan meninggal tak wajar dan bunuh diri di Wonogiri:
2014
- Bunuh diri: 12 orang
- Penemuan mayat/orang meninggal dunia: 29 orang

2015
- Bunuh diri: 18 orang
- Penemuan mayat/orang meninggal dunia: 35 orang

2016
- Bunuh diri: 15 orang
- Penemuan mayat/orang meninggal dunia: 23 orang

2017
- Bunuh diri: 27 orang
- Penemuan mayat/orang meninggal dunia: 58 orang

2018
- Bunuh diri: 24 orang
- Penemuan mayat/orang meninggal dunia: 49 orang

Total bunuh diri: 96 orang
Total penemuan mayat/orang meninggal dunia: 194 orang

Sumber: Polres Wonogiri