Remaja Sukoharjo Meninggal Setelah Motornya Masuk Sungai di Wonogiri

Petugas mengecek kondisi mobil yang tersangkut pohon di dasar jurang di Planjen, Wonoharjo, Nguntoronadi, Wonogiri, Minggu (31/3/2019). (Istimewa - Humas Polres Wonogiri)
31 Maret 2019 21:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Dua kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tunggal mobil dan sepeda motor terjadi di Wonogiri, Minggu (31/3/2019). Kejadian itu mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu orang lainnya luka ringan.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu, korban yang meninggal dunia yakni pengendara sepeda motor yang terperosok ke sungai dekat Jembatan Slondo, Bakalan, Purwantoro, pukul 08.30 WIB.

Paur Subag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, mengatakan kejadian bermula saat Yamaha V75 berpelat nomor AD 3648 LB yang dikendarai Dias, 16, remaja asal Danyung, Grogol, Sukoharjo, dan temannya, Agnes Qoiriyah, 21, warga Jetis, Kwarasan, Grogol, Sukoharjo, melaju dari arah Purwantoro menuju Puhpelem.

Saat itu Dias memboncengkan Agnes. Sedianya mereka menghadiri deklarasi komunitas Yamaha V75. Suatu ketika mereka melintasi turunan jalan yang cukup curam dan sedikit berbelok. Saat menurun kendaraan melaju kencang.

“Dias tak bisa mengendalikan kendaraan akhirnya terperosok ke sungai. Dia mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit,” kata Iwan mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.

Agnes mengalami luka ringan akibat kejadian itu. Berselang 30 menit kemudian, kecelakaan lainnya terjadi di Planjen, Wonoharjo, Nguntoronadi. Kapolsek Nguntoronadi, AKP Sali, menceritakan kecelakaan bermula ketika Daihatsu Xenia berpelat nomor K 8870 VB yang dikemudikan Joko Suwarso, 55, warga Bibis Luhur, Nusukan, Banjarsari, Solo, melaju dengan kecepatan lebih kurang 40 km/jam dari arah Ngadirojo.

Saat itu mobil mengangkut delapan penumpang yang terdiri atas lima orang dewasa dan tiga anak balita. “Tiba-tiba setir mobil berbelok sendiri ke kanan. Sopir belum sempat mengerem, mobil sudah masuk jurang sedalam 5 meter dan sempat terguling. Untungnya semua penumpang selamat tanpa ada yang mengalami luka,” kata Kapolsek.

Evakuasi mobil berlangsung lebih kurang satu jam. Mobil rusak pada bagian bodi dan masih bisa dioperasikan. Setelah itu Joko bersama para penumpang lainnya kembali pulang ke Solo.

Saat ditanya rombongan tersebut hendak ke mana, Kapolsek belum mengetahui karena belum mendapat laporan secara mendetail.