Tinggal 3 Hari, KPU Solo Kebut Proses Sortir & Lipat Surat Suara

Sejumlah pekerja melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara DPD RI di Gedung Budi Sasono, Sukoharjo, Senin (18/3/2019). (Solopos - Bony Eko Wicaksono)
01 April 2019 16:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo mulai mengebut proses sortir dan lipat surat suara Pemilu 2019. KPU tinggal memiliki tiga hari sampai Kamis (4/4/2019) untuk menyelesaikan proses tersebut.

Upaya KPU untuk memenuhi target waktu penyortiran dan pelipatan seluruh surat suara Pemilu di antaranya dengan menambah personel. Bila semulai proses sortir dan lipat surat suara dilakukan 200-an orang, sejak beberapa hari terakhir jumlah personel ditambah menjadi 300 orang.

“Kami sudah menyelesaikan yang surat suara DPD dengan angka kerusakan sekitar 0,14 persen dari total 430.439 lembar surat suara itu. Kerusakan itu seperti sobek dan kotor oleh tinta,” tutur Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, Senin (1/4/2019).

Menurut Nurul, petugas juga telah merampungkan proses sortir dan lipat surat suara DPRD provinsi dengan tingkat kerusakan 0,11 persen. Saat ini tinggal surat suara DPR pusat dan DPRD kota yang harus diselesaikan.

Proses sortir dan lipat surat suara dilakukan di lima gudang KPU Solo di lima wilayah kecamatan. Untuk Kecamatan Banjarsari proses sortir dan lipat surat suara dilakukan di Gudang KPU Solo di Sumber.

Empat lokasi lain yaitu di Solo Techno Park (Kecamatan Jebres), gedung eks SD Baturono (Kecamatan Pasar Kliwon), Gedung Serba Guna Karangasem (Kecamatan Laweyan), dan Aula Kelurahan Serengan (Kecamatan Serengan).

Untuk memenuhi target waktu penyelesaian sortir dan lipat suara, KPU Solo menambah jam atau waktu kerja para petugas. Bila semula proses itu hanya dilakukan pagi hingga sore hari, kini mereka bertugas hingga malam.

“Kami tambah waktu untuk penyortiran dan pelipatan surat suara hingga pukul 22.00 WIB. Mudah-mudahan dengan begitu proses sortir dan lipat surat suara bisa lebih cepat dan selesai sesuai target kami,” tambah dia.

Komisioner KPU Solo, Bambang Christanto, mengatakan terus menggencarkan sosialisasi dan pendidikan pemilih (sosdiklih) kepada pemilih pemula. Sosialisasi dilakukan ke sekolah dan komunitas pemilih.

Hasilnya, menurut dia, antusiasme para pemilih pemula cukup tinggi. Dia berharap gencarnya sosialisasi Pemilu yang dilakukan dapat mendongkrak tingkat partisipasi pemilih di Solo, utamanya dari pemilih pemula.