Baliho Dibakar di Klaten, Ini Tanggapan Tim Pemenangan Prabowo-Sandi

Baliho pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi di tepi jalan raya Wedi-Bayat, Desa Gadungan, Kecamatan Wedi, Klaten, rusak akibat dibakar orang tidak dikenal, Sabtu (30/3/2019) sore. (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
01 April 2019 18:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Tim pemenangan pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, meminta para sukarelawan tak terprovokasi dengan aksi pembakaran salah satu baliho yang dipasang sukarelawan di Kecamatan Wedi.

Baliho yang rusak juga disarankan tak perlu diganti. Sekretaris Badan Pemenangan Daerah Prabowo-Sandi Kabupaten Klaten, Tata Sutarya, menyatakan prihatin aksi pembakaran baliho bergambar pasangan calon (paslon) nomor urut 02 yang dipasang sukarelawan Prabowo-Sandi Wedi (Paswed) di Kecamatan Wedi, Sabtu (30/3/2019).

“Tentu kami prihatin dan menyayangkan seperti itu dan kejadiannya bersamaan dengan jadwal kampanye paslon lain,” ungkap Tata saat dihubungi Solopos.com, Senin (1/4/2019).

Tata menuturkan dari keterangan sejumlah saksi mata di sekitar lokasi pembakaran baliho, pelaku pembakaran mengendarai sepeda motor dengan kondisi knalpot brong. “Walau kami tidak bisa menyebut pelakunya, masyarakat sudah tahu, sebenarnya pelaku dari mana. ini menjadi preseden buruk,” jelas dia.

Tata menjelaskan kasus perusakan alat peraga kampanye (APK) dengan dibakar bukan kali pertama terjadi. Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk penghinaan.

Namun, Tata mengatakan jika kasus tersebut dibawa ke jalur hukum tak banyak berefek. Ia menyarankan agar baliho yang dibakar tak perlu diganti dengan baliho baru.

“Saran kami, biar saja orang melihat ini menjadi monumen. Orang-orang bisa melihat setiap hari,” ungkapnya.

Tata mengatakan selama ini justru para simpatisan lebih banyak bergerak dengan membentuk sukarelawan dari tingkat kecamatan hingga desa. Mereka juga patungan menyosialisasikan paslon nomor urut 02.

Hal itu termasuk sukarelawan yang tergabung dalam Paswed. “Mereka membuat baliho dan mengusungnya bersama-sama bahkan mungkin biaya patungan. Mereka yang sebenarnya lebih merasakan ketika baliho yang dipasang rusak,” urai dia.

Atas kasus perusakan baliho yang dipasang sukarelawan, Tata mengimbau para sukarelawan pendukung paslon nomor urut 02 tetap menjaga ketenteraman dan ketertiban serta saling menghormati atas perbedaan pilihan.

“Kalau kemudian ada lawan yang marah, petantang-petenteng, tidak perlu dilayani, biar saja. Fokus saja merekrut orang-orang yang masih punya akal sehat dan hati nurani,” ungkapnya.

Juru bicara Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Kabupaten Klaten, Sutarjo, mengaku baru mengetahui kabar kasus perusakan baliho paslon lain. “Apakah memang betul dibakar atau seperti apa? Kami juga belum tahu. Kalau dibakar, pelakunya siapa kami juga belum tahu. Kalau memang akan diproses, silakan saja. Kami sepakat,” urai Sutarjo yang juga pengurus DPC PDIP Klaten tersebut.

Sutarjo menegaskan dalam sejarah kampanye pemilu di Klaten, massa kampanye PDIP tak pernah merusak alat peraga kampanye (APK) parpol atau paslon lain. Begitu pula massa kampanye Pilpres 2019 kali ini.

“Dari sejarahnya, kami tidak pernah melakukan perusakan. Karena di Klaten kami merasa APK kami lebih banyak. Artinya kalau itu berkaitan kontestasi, rasanya tidak mungkin. Kami dalam bersaing lebih pada persaingan yang fair,” ungkapnya.

Soal pemenangan paslon nomo urut 01 di Klaten, Sutarjo mengimbau agar para kader fokus mengamankan potensi suara di tingkat akar rumput atau grassroot. “Dari sisi survei kami masih unggul. Artinya, instruksi kami kepada kader untuk mengamankan suara di bawah supaya suaranya tidak tergalang ke pasangan sebelah,” jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, baliho bergambar Prabowo-Sandi yang dipasang pada pagar salah satu rumah di persimpangan Pasar Wedi, Dukuh Rogosutan, Desa Gadungan, Kecamatan Wedi dibakar. Baliho itu merupakan salah satu baliho berukuran 7 meter x 3 meter yang dipasang sukarelawan Paswed.

Aksi pembakaran diperkirakan terjadi pada Sabtu (30/3/2019) sekitar pukul 17.00 WIB. Pelaku diperkirakan satu orang yang datang mengenakan penutup wajah. Akibat aksi pembakaran tersebut, beberapa sisi baliho hangus dan berlubang.

Sementara itu, Bawaslu Klaten masih melakukan investigasi terkait rusaknya baliho bergambang paslon nomor urut 02 di Kecamatan Wedi. Investigasi dilakukan melalui Panwascam Wedi.