Ditanya Harta Kekayaan, Wabup Wonogiri: Saya Enggak Punya Apa-Apa...

Wakil Bupati Wonogiri, Edi Santosa, menandatangani papan komitmen penanggulangan HIV/AIDSdi Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Sabtu (1/12 - 2018) siang. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
01 April 2019 21:15 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Sejumlah pejabat di Kabupaten Wonogiri menyatakan sudah melaporkan harta kekayaan mereka kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, mereka lupa berapa nominal harta kekayaan terbaru mereka.

Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, mengatakan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2018 sudah dilaporkan pada akhir Februari lalu. Ia menyatakan hartanya tak ada penambahan signifikan.

“Relatif sama jumlahnya tapi saya lupa berapa. Paling hanya bertambah satu sepeda motor seharga Rp15 juta. Saya enggak punya apa-apa,” kata dia saat ditemui Solopos.com di pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Senin (1/4/2019).

Berdasarkan data di laman KPK https://acch.kpk.go.id/pengumuman-lhkpn/ tercatat harta Edy Santosa pada saat pencalonan sebagai wakil bupati Wonogiri pada 2015 senilai Rp267.699.847. Harta itu lebih banyak ketimbang pada 2003 yakni Rp35.849.847.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Wonogiri, Setyo Sukarno. Saat dihubungi Solopos.com, dia mengaku sudah melaporkan harta kekayaannya jauh-jauh hari. LHKPN Itu dipakai untuk mencalonkan diri sebagai caleg pada Pemilu 2019.

Ia juga mengaku lupa berapa nomimal harta yang dilaporkannya. “Saya lupa berapa yang saya laporkan. Tapi tidak banyak perubahan,” ujar Setyo.

Berdasarkan data dari laman KPK, pada 27 Desember 2003, Setyo melaporkan jumlah harta kekayaannya sebesar Rp408 juta. Jumlah itu terbagi menjadi harta tidak bergerak sebesar Rp300 juta dan harta bergerak Rp142 juta. Ia juga memiliki utang sebesar Rp34 juta.