Di Pandeyan Boyolali, Dana Desa untuk Gaji Guru PAUD dan Kelas Ibu Hamil

ilustrasi dana desa. (Solopos/Dok)
02 April 2019 06:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Pemanfaatan dana desa di Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali tidak hanya diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur.

Pemerintah desa mengalokasikan sedikitnya Rp162 juta untuk pembinaan kemasyarakatan terutama dalam bidang sosial dan budaya.

Kepala Desa Pandeyan, Sukasno, mengatakan dana tersebut sebagian digunakan sebagai honor guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Totalnya Rp4,8 juta. Selebihnya merupakan biaya operasional kegiatan kemasyarakatan.

Ada beberapa program yang rutin digelar di Desa Pandeyan. Meliputi kelas ibu hamil dan posyandu, kegiatan keagamaan, festival kesenian tahunan untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia, serta pembinaan perempuan yang diwadahi dalam Pembinaan Kesejahteraan Keluarga.

Kelas ibu hamil dan posyandu menjadi kegiatan yang memiliki jumlah pendanaan terbanyak yaitu senilai Rp 43,5 juta.

Lebih jauh, Sukasno menyebutkan bidang pembinaan kemasyarakatan ini rinciannya dibedakan dengan bidang pemberdayaan masyarakat.

Dalam program pemberdayaan masyarakat, terdapat tiga poin utama yang menjadi program kerja desa yaitu pertanian dan peternakan, peningkatan kapasitas aparatur desa, serta pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga.

Bidang pertanian dan peternakan mendapatkan alokasi terbesar sejumlah Rp8,2 juta. Hal ini didasarkan atas mata pencaharian warga yang sebagian besar adalah petani.

Untuk mendukung mata pencaharian, pemerintah pun mengalokasikan dana khusus yang digunakan untuk pemeliharaan saluran irigasi Waduk Cengklik dan pelatihan bagi kelompok tani.

Paling Prioritas

Sementara itu, lewat program pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga, Desa Pandeyan juga memfasilitasi pembinaan bagi warga penyandang disabilitas.

Sukasno menambahkan sejauh ini pemerintah desa berusaha fokus pada hal-hal yang telah tertuang dalam rencana pembangunan desa tahun ini. Dia mengatakan tidak ada satu hal yang menjadi paling prioritas.

“Semua yang tertuang adalah prioritas bagi kami,” katanya. Sementara itu di luar pembangunan masyarakat, desa juga tetap mengalokasikan anggaran perbaikan infrastruktur baik talut, pemeliharaan jalan, maupun pembenahan rumah tidak layak huni (RTLH) dengan kisaran anggaran Rp600 juta.