Ruang Terbuka Hijau di Solo Dinilai Masih Jauh dari Ideal

Taman Balekambang Solo. (Solopos/Dok)
03 April 2019 06:00 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) APBD Kota Solo tahun 2018 menyoroti pertambahan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah setempat karena belum memenuhi target.

Wakil Ketua Pansus LKPj APBD Kota Solo tahun 2018, Supriyanto, saat ditemui solopos.com di kantornya, Selasa (2/4/2019), mengatakan progres pertambahan RTH belum memenuhi target yang ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Menurut politikus Partai Demokrat itu, target RTH pada 2018 di angka 9,83 persen. Namun hingga akhir 2018 realisasi RTH Solo hanya 9,72 persen. Padahal anggaran Rp8,6 miliar telah terserap untuk program pengelolaan RTH.

“Sangat memprihatinkan terkait perkembangan dan target capaian RTH sesuai RPJMD,” tutur Supriyanto.

Menurut dia, seharunya luas RTH Solo di akhir tahun 2018 sudah mencapai 10 persen mengingat masih banyaknya selisih persentase yang harus ditutup. Sesuai regulasi, luas RTH di suatu kawasan kota mestinya minimal di angka 20 persen.

“Kami selalu support program untuk intervensi penambahan RTH oleh Pemkot. Tujuannya agar setiap tahun ada penambahan RTH sesuai target RPJMD. Kalau tidak sesuai target seperti ini tentu saja kami sangat khawatir,” imbuh Supriyanto.

Dia menilai mestinya di akhir masa jabatan (AMJ) Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo yaitu tahun 2021, luas RTH sudah mencapai 20 persen. Tapi melihat waktu yang tersisa dan lambannya progres tiap tahun, Supri, panggilan akrabnya, pesimistis.

Disinggung ihwal dimasukkannya tempat pemakaman umum (TPU) sebagai bagian RTH Supriyanto menilai tidak akan menambah secara signifikan persentasenya. 

“RTH ini sangat penting untuk memenuhi ketersediaan air tanah atau air bersih untuk warga Solo. Di tengah perkembangan luar biasa Solo, ketersediaan air sangat vital. Selain itu RTH penting dalam menyediakan udara yang bersih dan segar,” kata dia.

Terpisah, Kepala DLH Solo, Sri Wardhani, saat dimintai tanggapan solopos.com, Selasa, mengatakan data luas RTH yang disajikan merupakan data lama hasil pendataan Badan Lingkungan Hidup (sekarang bernama Dinas Lingkungan Hidup) Kota Solo.

Sejak pendataan tahun 2015 itu hingga saat ini belum pernah dilakukan updating. DLH Solo akan meng-update data luas RTH tahun ini. “Kami harapkan luasannya bertambah karena pemakaman umum akan dimasukkan data,” tutur dia.