Abon Lele Boyolali Dikenalkan ke Mancanegara, Sudah Pernah Coba?

Abon lele Boyolali. (Solopos - Dok)
03 April 2019 12:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Boyolali menjadi salah satu daerah penghasil terbesar ikan budidaya di Jawa Tengah dengan komoditas utama ikan lele dan nila. Di kabupaten yang juga dikenal dengan sebutan Kota Susu ini produksi ikan budidaya mencapai 40.000 ton per tahun.

Produksi ikan khususnya lele ini selain untuk memenuhi kebutuhan di Boyolali, juga untuk menyuplai kebutuhan di luar daerah. Sementara itu, sebagian warga menjadikan lele sebagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, misalnya abon.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali Juwaris mengatakan saat ini sudah ada beberapa kelompok maupun perorangan yang mengembangkan abon lele. Menurutnya, produk olahan ikan ini sudah cukup dikenal dan diterima masyarakat Boyolali dan sekitarnya.

Bahkan abon lele kini sudah mulai dikenalkan ke mancanegara seperti ke Moskow, Rusia, dan Ekuador, Amerika Selatan, melalui berbagai kesempatan. “Dalam sebuah pameran UKM [usaha kecil menengah] di Moskow, kami membawa produk ini ke sana dan ternyata diminati. Demikian pula dalam sebuah misi kesenian di Ekuador, kami selipkan misi untuk memasarkan abon lele dan sama juga, cukup diminati,” ujarnya saat ditemui wartawan di Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, beberapa waktu lalu.

Dia menilai produk tersebut sangat berpotensi untuk dipasarkan setidaknya di dua negara tersebut. “Produk ini ternyata diminati dan sekarang belum ada eksportir yang jualan ke sana. Memang saat itu kami hanya mengenalkan,” imbuhnya.

Dia berharap produk abon lele ini terus dikembangkan baik dari segi kualitas maupun pemasarannya sehingga dapat memberikan kesejahteraan warganya.