Terjebak di Genangan Viaduk Gilingan Solo, Pengguna Jalan Dipalak Preman

Viaduk Gilingan Solo tergenang air, Kamis (4/4 - 2019). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
04 April 2019 12:10 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Di tengah musibah banjir dan genangan air di beberapa wilayah di Kota Solo, Kamis (4/4/2019), ada saja sekelompok orang yang coba mengeruk keuntungan pribadi.

Seperti yang dilakukan beberapa orang bertato saat terjadi genangan air di Viaduk Gilingan, Banjarsari, Kamis pagi. Mereka berpura-pura membantu mendorong mobil yang terjebak genangan di viaduk, lalu meminta imbalan uang ratusan ribu rupiah.

Informasi itu disampaikan Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Solo, Sumarno, 55, saat ditemui Solopos.com di sela penyedotan genangan air di Viaduk Gilingan. Dia melihat langsung beberapa orang bertato meminta uang pengendara mobil yang terjebak genangan.

“Ada empat sampai lima orang pura-pura membantu mendorong mobil. Padahal mereka justru menutup knalpot mobil pakai kaki agar mogok. Setelah itu mobil didorong hingga ke tepi jalan, lalu pengendara mobil dimintai uang Rp200.000,” tutur dia.

Menurut Sumarno nominal uang yang diminta beberapa orang itu bervariasi antara Rp200.000 hingga Rp500.000. Mereka berani meminta uang dengan alasan telah membantu mendorong mobil-mobil tersebut keluar dari genangan air Viaduk Gilingan.

Padahal justru mereka sendiri yang menyebabkan beberapa mobil mogok karena knalpotnya ditutup dengan kaki. Sumarno meminta petugas terkait seperti TNI dan Polri untuk mengawasi setiap terjadi genangan air di Viaduk Gilingan agar tak terjadi kejadian serupa.

“Karena ulah segelintir orang seperti ini lah yang membuat citra Kota Solo jadi jelak. Jadi tolong ada antisipasi saat ada genangan di Viaduk Gilingan agar diawasi bersama. Tadi para preman itu pergi setelah tim BPBD datang dan mereka saya tegur,” urai dia.

Sumarno mengaku sudah beberapa kali mendapat informasi terjadinya praktik pemalakan segelintir orang dengan modus membantu mendorong mobil keluar dari genangan viaduk. Tapi baru kali itu dia melihat langsung aksi nekat beberapa orang tersebut.

“Menurut informasi warga yang tinggal di sekitar Viaduk Gilingan, kelima orang yang memintai uang pengendara mobil yang terjebak genangan itu bukan warga Gilingan. Jangan-jangan mereka juga yang kadang menutup lubang gorong-gorong,” kata dia.