Petugas Pengangkut Sampah Solo Mendadak Jatuh dan Meninggal Saat Bertugas 

Ilustrasi mayat. (Solopos/Whisnu Paksa)
04 April 2019 12:35 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Petugas sampah Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Solo, Sunardi, 60, mendadak jatuh dan meninggal dunia saat bertugas, Kamis (4/4/2019) pagi.

Warga RT 002/RW 009 Minapadi, Nusukan, tersebut meninggal dunia saat membuang sampah yang diangkutnya dari rumah-rumah warga ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Bonoloyo, Kelurahan Banjarsari, pukul 07.00 WIB.

Laki-laki yang telah lama bekerja sebagai petugas pengangkut sampah Nusukan itu tiba-tiba terjatuh saat membongkar sampah dari gerobaknya. Beberapa petugas sampah yang mengetahui kejadian itu kaget dan berusaha menolong.

Namun beberapa saksi mata melihat Sunardi sudah tidak bernapas. Para saksi itu yakni Walidi, 60, penarik sampah di Clolo RT 001/RW 019 Kelurahan Banjarsari, dan Supardi, 47, penarik sampah di Minapadi RT 001/RW 009 Nusukan.

Mengetahui kejadian itu beberapa rekan Sunardi yang berada di lokasi kejadian melapor ke Kantor Kelurahan Banjarsari dan polisi. Laporan ditindaklanjuti Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjarsari dengan mendatangi lokasi pukul 07.30 WIB.

Sembari menunggu kedatangan polisi dan petugas medis, jasad Sunardi diangkat dan ditidurkan di dipan atau ranjang dekat TPS Bonoloyo. Setelah itu Sunardi dinaikkan mobil ambulans Puskesmas Gambirsari dan dilarikan ke RSUD Ngipang.

Di rumah sakit, jenazah Sunardi divisum luar dan tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan atau kekerasan. Menurut keterangan istri Sunardi, suaminya sempat mengeluh sakit di bagian perut tapi belum diperiksakan ke dokter.

Terpisah, Lurah Nusukan, Utik Sri Wahyuni, saat dihubungi Solopos.com mengonfirmasi meninggalnya Sunardi. Menurut dia, Sunardi sudah cukup lama bertugas sebagai pengangkut sampah di wilayahnya.

“Karena sakit mungkin. Jadi sakit sudah lama tapi tidak dirasakan,” tutur dia.

Kapolsek Banjarsari, Kompol Demianus Palulungan mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, kepada Solopos.com menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh Sunardi.