Solo Banjir, Ular Piton Bermunculan di Permukiman

Ular piton sepanjang 2,5 meter yang ditemukan warga Bibis Wetan, Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis (4/4/2019) pagi. (Solopos - Nicolous Irawan)
04 April 2019 13:15 WIB Candra Mantovani/Suharsih Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Banjir akibat hujan semalaman di sejumlah wilayah di Kota Solo, Kamis (4/4/2019), membuat ular-ular bermunculan. Salah satunya di Bibis Wetan, Gilingan, Banjarsari.

Warga Bibis Wetan RT 001 RW 021, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari menemukan ular piton sepanjang 2,5 meter, Kamis pagi. Warga yang penasaran berbondong-bondong untuk menonton temuan ular tersebut.

Warga Bibis Wetan Christian Tri Anggoro, 19, yang menemukan ular tersebut mengatakan ular tersebut dia tangkap secara tidak sengaja. Awalnya, dia sedang menonton banjir di Kali Anyar di sebelah rumahnya.

ular piton

Ular piton 2,5 meter ditemukan di Bibis Wetan, Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis (4/4/2019). (Solopos/Nicolous Irawan) 

“Itu saya temukan sekitar pukul 10.00 WIB. Saya lihat ada kepala ular muncul. Saya kemudian mencoba untuk menangkap ular tersebut,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Kamis.

Ular yang ditemukan di bantaran tersebut diduga muncul karena adanya banjir yang menggenangi sarangnya. Akibatnya ular tersebut muncul ke permukaan dan ditemukan oleh Christian.

“Kemungkinan memang karena banjir makanya muncul dari sarang. Ini juga kelihatan sedang proses ganti kulit. Jadi ularnya lebih pasif dari biasanya,” imbuh dia.

Proses penangkapan ular berjenis piton tersebut menurutnya susah lantaran berada di bantaran sungai yang merupakan rawa-rawa. Butuh waktu beberapa menit untuk bisa menangkap ular tersebut. Christian mengaku belum tahu akan diapakan ular tersebut nantinya.

ular piton

Warga memegang ular piton sepanjang 2,5 meter yang ditemukan di Bibis Wetan, Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis (4/4/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

“Saya memang sudah terbiasa menangkap hewan seperti biawak. Lalu ular juga. Yang bikin susah karena lokasinya berada di rawa-rawa. Jadi agak sulit menangkapnya. Mungkin sekitar 15 menit prosesnya baru bisa saya tangkap. Saat ini ularnya masih saya simpan di rumah. Belum tahu mau dijual atau diapakan,” papar dia.

Haris Hariyatmo, 34, warga lainnya yang juga melihat ular tersebut pada awalnya tidak berani untuk menangkap. “Yang lain melihat juga, tapi tidak berani untuk menangkap ularnya. Christian yang akhirnya berani menangkap. Dia dikenal memang kalau menangkap hewan seperti ular dan biawak berani,” paparnya.

Ular piton yang berbobot sekitar 25 kilogram tersebut menjadi tontonan warga. Mulut ular itu sudah diselotip. Banyak warga yang berfoto selfie dengan ular itu.

ular piton

Ular bergelantungan di dahan pohon dekat jembatan Ngruki, Pringgolayan, Tipes, Serengan, Solo, Kamis (4/4/2019) pagi. (Istimewa/Abdullah)

Sementara itu, informasi munculnya ular setelah hujan deras selamaman juga diperoleh Solopos.com dari warga Pringgolayan, Tipes, Serengan. Seorang warga bernama Abdullah mengirim foto seekor ular piton melilit dahan pohon dan terlihat dari jembatan Ngruki, Kamis pagi.

Tak berapa lama kemudian, warga berdatangan ke lokasi untuk melihat ular tersebut. Kemungkinan mereka berdatangan setelah melihat informasinya di aplikasi perpesanan Whatsapp.