Awas, Jalur Ganda Bikin Perlintasan KA Kian Berbahaya!

Kereta api 84 Sancaka Reguler rute Jogja menuju Surabaya melintasi jalur ganda di Stasiun Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (5/3/2019). (Solopos - Wahyu Prakoso)
04 April 2019 20:15 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Intensitas operasional kereta api diprediksi meningkat menjelang Lebaran. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimbau masyarakat di sekitar jalur ganda kereta api selalu waspada dan berhati-hati.

Seperti diketahui PT KAI Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta telah meresmikan double track atau jalur ganda sepanjang 34 kilometer dari Stasiun Palur, Karanganyar, hingga Stasiun Kedungbanteng, Sragen, di Stasiun Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (5/3/2019) lalu.

Pejabat Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan dengan dioperasikannya jalur ganda tersebut, saat ini pengoperasian kereta api tidak lagi dilakukan secara bergantian di jalur tersebut. Dua kereta api yang berjalan berpapasan bisa dioperasikan bersama-sama.

Dengan demikian masyarakat harus semakin waspada. "Ini berkaitan dengan kebiasaan warga kalau di jalur tersebut biasanya hanya satu jalur, kemudian saat menyeberang hanya memperhatikan satu arah kedatangan satu kereta, dengan adanya jalur ganda warga harus benar-benar memperhatikan kedatangan kereta dari dua jalur tersebut," kata dia kepada Solopos.com belum lama ini.

Dia mengatakan dengan diresmikannya jalur ganda, intensitas operasional kereta api akan lebih tinggi. Terlebih dalam masa angkutan Lebaran nanti. Selain itu PT KAI juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perlintasan-perlintasan tak berpintu.

"Kami berharap perlintasan itu ditutup atau dijaga secara swadaya. Jika mengandalkan pegawai PT KAI, jumlahnya terbatas. Sementara jika tidak dijaga, akan sangat berbahaya," lanjut dia.

Sementara dari PT KAI akan tetap memaksimalkan pengamanan di perlintasan-perlintasan berpintu yang ada. "Harapan kami masyarakat peduli. Kalau angkutan Lebaran jumlah kerta api yang lewat semakin banyak, kecepatan bertambah," kata dia.

Di sisi lain PT KAI terus memantau jalur-jalur rawan. Pemeriksaan kondisi jalur dilakukan secara intensif untuk memastikan kereta api berjalan aman. "Seperti di jalur utara ke arah Purwodadi, Kaliyoso ke utara, tanahnya labil. Sudah diantisipasi, sudah dibuatkan talut. Pengecekan juga dilakukan setiap saat," terang dia.

Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zamrides, sebelumnya menjelaskan masih ada jalur ganda yang belum dioperasikan, yaitu dari stasiun Jebres hingga Stasiun Palur. Jalur ganda tersebut akan dioperasikan pada April 2019.