11 Rumah Hilang Terbawa Longsor di Wonosegoro Boyolali

Tiang listrik roboh akibat bencana tanah longsor di Desa Lemahireng, Wonosegoro, Boyolali, Kamis (4/4/2019) dini hari. (Istimewa - Tagana Boyolali)
04 April 2019 18:35 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Tanah longsor menerjang Dusun Kedungaron RT 004/RW 004, Desa Lemahireng, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Rabu (3/4/2019) malam hingga Kamis (4/4/2019) dini hari.

Akibat kejadian tersebut 11 rumah hilang terbawa tanah longsor. Rumah tersebut ditempati 11 keluarga. Tercatat tanah longsor terjadi dua kali di dusun ini dalam waktu semalam.

Awalnya hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Lemahireng secara terus-menerus sejak Rabu malam. Hujan dengan intensitas deras turun sejak pukul 21.00 WIB-03.30 WIB.

Di tengah-tengah hujan deras tanah longsor pertama terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian tersebut disusul tanah longsor kedua sekitar pukul 02.00 WIB.

Koordinator Assesment Taruna Siaga Bencana (Tagana) Boyolali Moh. Irawan mengatakan meski 11 rumah terkena longsor tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. “Semua rumah korban musnah bersama tanahnya,” ujar Irawan kepada Solopos.com, Kamis sore.

Dia mengatakan daerah tersebut memang berpotensi longsor cukup tinggi. Longsor sering terjadi saat musim hujan sehingga dalam musyawarah warga bersama pemerintah desa diimbau agar warga mau berpindah ke tempat lebih aman.

Saat ini seluruh korban telah menempati rumah baru yang dibangun di desa setempat. Sementara itu longsor juga menyebabkan jalan di dusun itu terputus. Selain jalan, fasilitas umum seperti tiang listrik juga roboh.