Pengendara Motor Misterius Pecah Kaca Spion Mobil yang Lintasi Trucuk Klaten

Ilustrasi spion mobil (wikipedia.com)
04 April 2019 07:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Seorang pengemudi pikap terluka pada mata kanannya lantaran terkena serpihan kaca spion yang diduga dipecah orang tidak dikenal. Kaca spion pecah setelah berpapasan dengan pengendara dua sepeda motor.

Korban atas nama M. Saifudin, 28, warga Dukuh Sanggrahan, Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Klaten. Peristiwa itu terjadi Rabu (3/4/2019) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, korban mengendarai pikap dalam perjalanan dari Pasar Srago menuju Pasar Semin, Gunungkidul.

Di dalam mobil, korban bersama istrinya, Alfi, dan karyawannya, M. Makruf. Aktivitas tersebut menjadi rutinitas korban yang biasa kulakan kue basah di Pasar Srago untuk dijual di Pasar Semin.

Saat melintas di jalan raya Kalikotes-Trucuk, pikap yang dikemudikan korban berpapasan dengan dua pengendara sepeda motor di tikungan tak jauh dari Mapolsek Kalikotes. Secara tiba-tiba kaca spion sisi kanan pecah.

Lantaran kaca samping mobil terbuka, korban terkena serpihan kaca spion hingga melukai mata sisi kanan. Korban lantas dilarikan ke klinik tak jauh lokasi kejadian dan dirujuk ke RSUP dr. SoeradjiTirtonegoro Klaten sebelum dirujuk kembali ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Kejadian tersebut dilaporkan ke mapolsek sekitar pukul 12.00 WIB. Polisi yang mendapat laporan lantas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Lokasi kejadian berjarak sekitar 200 meter dari Mapolsek Kalikotes dan berada di wilayah perbatasan Kecamatan Trucuk dan Kalikotes.

Ruas jalan lokasi kejadian berada di tengah areal sawah.Informasi pecahnya kaca spion tersebut beredar di media sosial dan santer dikabarkan Saifudin menjadi korban klitih atau kekerasan di jalanan.

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, melalui Kapolsek Trucuk, Iptu Jaka Waluyo, menjelaskan kabar yang beredar di media sosial belum bisa dipastikan. Berbagai kemungkinan bisa terjadi terkait pecahnya kaca spion pikap yang dikemudikan Saifudin.

"Bisa saja kaca spion pecah karena tersenggol pengendara sepeda motor karena TKP tepat pada tikungan jalan. Atau bisa karena spontan dipukul pengendara sepeda motor saat berpapasan di tikungan," jelas dia saat ditemui wartawan di Mapolsek Kalikotes, Rabu (3/4/2019).

Ia mengatakan polisi masih menyelidiki laporan terkait pecahnya kaca spion tersebut. Hal itu termasuk menelusuri identitas pengendara dua sepeda motor saat berpapasan dengan mobil korban.

Polisi juga mengecek rekaman kamera CCTV mapolsek. Hal tersebut dilakukan lantaran mapolsek tak jauh dari lokasi kejadian.

Kapolsek mengatakan selama tiga bulan terakhir bertugas di MapolsekKalikotes, polisi tak mendapat laporan terkait aksi kekerasan di ruas jalan Kalikotes-Trucuk. “Kalau patroli rutin dilakukan sejak malam hingga subuh setiap hari,” ungkapnya.

Kanitreskrim Polsek Kalikotes, Iptu Widodo, menjelaskan polisi sudah meminta keterangan saksi serta olah TKP. "Saksi yang saat kejadian berada di dalam mobil hanya mengetahui jika tiba-tiba kaca spion pecah. Dari hasil olah TKP, kami hanya menemukan serpihan kaca yang diduga dari spion mobil korban. Saat kami telusuri tidak ada benda-benda seperti senjata tajam atau alat pemukul yang memungkinkan bisa untuk memukul spion. Sementara, dari korban maupun penumpang tidak ada yang kehilangan barang berharga," ungkapnya.