Kata Netizen Zonasi PPDB 2019, Enggak Usah Cari Nilai Bagus

Ilustrasi Pendidikan_SMA (Solopos - Whisnupaksa)
05 April 2019 09:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Tengah mengeluarkan aturan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA dan SMK. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menetapkan zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 tingkat sekolah menengah atas (SMA) pada 1 Mei.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Bambang Supriyono, mengatakan, sesuai dengan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.51/2018 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, penerimaan siswa baru tahun ini tidak lagi mengacu pada surat keterangan tidak mampu (SKTM). Sebagai gantinya, pemerintah akan memprioritasi PPDB dengan skema zonasi.

Dengan kata lain, siswa yang tinggal berdekatan dengan sekolah lebih diutamakan untuk diterima di sekolah yang dituju. Kuota untuk peserta didik yang lokasinya berdekatan adalah 90%, sementara 5% dari jalur prestasi, dan 5% dari jalur luar kota atau yang mengikuti orang tua pindah tugas.

Dengan sistem zonasi, PPDB SMA di Jateng tidak lagi menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) sebagai persyaratan utama. Meski demikian, bukan berarti SKTM nanti tidak lagi dibutuhkan oleh para peserta didik.

Pembagian zonasi PPDB SMA 2019 di Solo telah diumumkan, salah satunya lewat akun Instagram @kuransolopos, Selasa (2/4/2019). Infografik tersebut memperlihatkan pembagian zonasi pada delapan SMA negeri di Kota Solo, Jawa Tengah. Unggahan itu tak pelak memancing beragam komentar netizen.

Sejumlah netizen berpendapat, aturan zonasi PPDB SMA 2019 cukup unik. Sebab, siswa baru yang diprioritaskan diterima adalah yang jarak tempat tinggalnya paling dekat dengan sekolah dalam zonasi. Penentuan domisili menggunakan kartu keluarga (KK) atau surat keterangan dari RT/RW yang dilegalisasi lurah/kepala desa.

“Ya berarti pas UNBK enggak usah mikir terlalu berat untuk yang rumahnya di belakang SMA N 1 Solo sama KK-nya Banjarsari,” komentar @samuel_rivan.

Yang pintar kalah sama yang zonanya bagus, asyiap,” komentar @florensiayu.

Berbahagialah yang dulu rumahnya jauh dan bisa di sekolah favorit,” imbuh @lanangaw.

Enggak usah cari nilai bagus, nilai jelek saja bisa diterima,” imbuh @adits157.

Dulu kalau ditanya, sekolah kamu di mana? Jawabnya SMA 1 Solo, wah pinter ya. Kalau sekarang, sekolah kamu di mana? SMA N 1 Solo. Oh, zonasi kamu di situ, mmmm,” imbuh @tsa_ldna.

Jadi, untuk apa kita les mahal-mahal,” lanjut @ahmar_putra.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, proses PPDB SMA di Jateng akan 17 Juni 2019. Tahap awal, peserta didik diminta datang langsung ke sekolah yang dituju untuk mendapat berkas dan akun pendaftaran online pada 17-28 Juni 2019.

Setelah itu, siswa diminta untuk melakukan pendaftaran online pada mulai 1-5 Juli 2019. Pada 9 Juli 2019, pihak sekolah akan mengumumkan daftar siswa yang diterima. Setelah itu, siswa yang diterima wajib melakukan daftar ulang mulai 10-11 Juli 2019. Sedangkan tahun ajaran baru 2019/2020, akan dimulai pada 15 Juli nanti.