Pasang Jaring Ikan di Sungai, Warga Sidoharjo Sragen Malah Dapat Piton dan Sanca

Warga mempertontonkan ular sanca kembang yang ditangkap di sungai tak jauh dari Dusun Dukuh, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Jumat (5/4/2019). (Istimewa - Husnul Aziz)
05 April 2019 20:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Maksud hati ingin menjaring ikan di sungai, Sumarno, warga Dusun Dukuh, RT 007, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, malah mendapatkan ular piton atau sanca kembang pada Kamis (4/4/2019) malam.

Saat Sumarno menjaring ikan, Kami malam, air Sungai Bengawan Solo meluap dan menggenangi sejumlah anak sungai di sekitarnya sejak Kamis pagi. Sumarno memandang hal itu sebagai peluang untuk mendapatkan banyak ikan di kali.

Pada hari itu juga, ia memasang jaring di sungai selebar sekitar 3 meter yang berada di pinggir permukiman. Pada malam harinya, sekitar pukul 22.00 WIB, Sumarno bermaksud mengecek hasil perangkap ikan yang ia pasang.

Saat jaring mulai diangkat, dia merasa yakin berhasil menangkap ikan dalam jumlah banyak lantaran jaring itu terasa berat. Betapa kagetnya dia ketika menyadari di dalam jaring itu terdapat ular yang cukup besar.

Sumarno pun memutuskan menunda mengambil jaring itu. “Karena tidak berani menangkap ular itu sendiri, Pak Sumarno meminta bantuan warga lain yang berani. Akhirnya, warga yang lain datang dan ular itu berhasil ditangkap,” jelas Ketua RT 007, Dusun Dukuh, M. Husnul Aziz, kepada Solopos.com, Jumat (5/4/2019).

Oleh warga, ular itu sempat ditaruh dalam wadah kresek berukuran besar. Baru pada keesokan harinya, Jumat, ular piton dengan panjang lebih dari dua meter itu diletakkan di bekas kandang ayam terbuat dari bahan kawat.

Hingga Jumat siang, ular piton itu menjadi tontonan warga sekitar. Warga sengaja menaruh ular itu di kandang tak jauh dari posko partai supaya bisa dilihat warga lain.

“Kami belum tahu mau diapakan ular itu. Sementara ini ya hanya jadi tontonan warga. Tapi, kalau ada yang ingin mengadopsi ya boleh saja asalkan harganya cocok,” terang Aziz.

Aziz menjelaskan selama ini belum pernah ada temuan ular sebesar itu di sekitar kampungnya. Dia menduga ular itu berasal dari hulu Sungai Bengawan Solo yang hanyut terbawa banjir.

“Meski sungai kecil, itu adalah anak Sungai Bengawan Solo. Ular itu kemungkinan ikut arus air waktu terjadi banjir,” jelasnya.