Warung Satai Kambing Bu Hj. Bejo di Jaten Karanganyar Terbakar, 1 Orang Terluka

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di warung makan sate kambing di jalan Solo-Sragen Km 10, Jaten, Karanganyar, Jumat (5/4/2019). (Solopos - Wahyu Prakoso)
05 April 2019 15:35 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Warung satai kambing Bu Hj. Bejo di jalan Solo-Sragen Km 10, Kecamatan Jaten, Karanganyar, hangus terbakar, Jumat (5/4/2019). Kebakaran tersebut mengakibatkan satu orang terluka.

Korban luka tersebut, Gunawan, 32, langsung dibawa ke RSU Indo Sehat Karanganyar untuk mendapat perawatan. Salah satu saksi, Mujono, 50, mengaku tengah menurunkan beras dari mobil ke dapur lewat pintu belakang warung pukul 07.20 WIB.

Pada saat itu, keluar asap dari dapur. Saat ditelusuri, sumber api berasal dari kamar karyawan dan karpet musala yang terbakar.

“Saya mau memadamkan api namun asap sudah hitam. Hanya pakai air dari ember, api cepat membesar. Saya lari keluar minta tolong. Saya panik karena saya tidak melihat Gunawan yang menginap di warung. Saya teriak memanggil dia. Rekan saya sedang di kamar mandi. Setelah 20 menit, dia baru bisa keluar dalam kondisi luka bakar,” katanya kepada Solopos.com di lokasi kejadian.

Mujono menjelaskan api cepat merembet ke atas karena sekat kamar terbuat dari kayu lapis. Tetangga dan warga sekitar ikut memadamkan api tetapi kesulitan. Tidak lama kemudian tim pemadam kebakaran datang.

Pemilik warung satai kambing Bu Hj. Bejo, Rita, 40, menjelaskan pagi itu dia berada di lokasi kejadian bersama Mujono yang sedang menurunkan beras. Ketika Mujono keluar dari pintu depan sudah banyak asap hitam. Dia minta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api.

“Tadi banyak yang membantu. Total kerugian saya belum hitung, isi bangunan hanya peralatan untuk rumah makan. Bangunan ini milik kakak saya. Saya menyewa bangunan sejak satu tahun terakhir. Satu karyawan saya dilarikan ke RSU Indo Sehat,” ujarnya.

Dokter yang merawat karyawan tersebut, Mintarsih, menjelaskan korban atas nama Gunawan tiba di IGD pukul 07.50 WIB dalam kondisi sadar. Gunawan mengalami luka bakar kira-kira 30% di bagian perut, punggung, dan kepala.

Berdasarkan pantauan Solopos.com pukul 09.30 WIB, Gunawan dalam keadaan sadar dan masih dapat memberikan keterangan. Namun, seluruh bagian wajahnya dibalut dengan perban putih dan tangannya terpasang jarum infus.

Gunawan menjelaskan saat kebakaran sedang membersihkan lantai kamar mandi tanpa mengenakan baju. Dia keluar dari kamar mandi setelah mendengar teriakan Mujono.

“Saya tidak tahu ada kebakaran, saya kaget ketika membuka pintu kamar mandi, api sudah besar dan banyak kepulan asap hitam. Saya keluar dari bangunan menerobos api tersebut,” katanya kepada Solopos.com saat ditemui di ruang perawatan.

Menurut Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Effendi, melalui Kapolsek Jaten, AKP Lukman T. Nofianto, belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. Sampai saat ini polisi masih menyelidiki. Total kerugian sekitar Rp100 juta.

“Tadi korban mengaku memasak nasi di kompor gas, lalu masuk ke kamar mandi. Saat dimintai keterangan, korban lupa apakah sudah mematikan kompor atau belum,” katanya kepada Solopos.com melalui sambungan telepon.