Hujan Deras, Elevasi Waduk Gajah Mungkur Wonogori Malah Turun 7 Cm  

Pemandangan Waduk Gajah Mungkur (WGM) dilihat dari Jembatan Kedung Areng, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kamis (4/4/2019). Status elevasi WGM turun 7 sentimeter dari semula 135,65 m (SHVP) pada Rabu (3/4) menjad 135,57 m (SHVP) pada Kamis./Espos - Cahyadi Kurniawan
05 April 2019 07:30 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

WONOGIRI—Status elevasi Waduk Gajah Mungkur pada Kamis (4/4) pukul 15.00 WIB berada pada level 135,57 meter soerabaia haven vloed peil (SHVP). Angka itu turun 7 sentimeter dari level 135,65 meter (SHVP) pada Rabu (3/4).

Kepala Sub Divisi Jasa ASA III PJT I, Didit Priambodo, mewakili Kepala Divisi Jasa ASA III PJT I, Viari Djaja Singa, mengatakan kondisi cuaca di wilayah hulu Waduk Wonogiri Rabu hingga Kamis tidak berpengaruh terhadap inflow waduk. “Elevasi waduk hari ini [kemarin] per pukul 15.00 WIB di level 135,57 meter SHVP. Kondisi cuaca di wilayah hulu Waduk Wonogiri kemarin hingga hari ini tidak berpengaruh terhadap inflow aduk. Elevasi waduk kemarin ada di level 135,64 meter [SHVP] sehingga ada penurunan 7 cm,” kata dia, saat dihubungi Espos, Kamis.

Ia menyatakan kendati elevasi di atas 135 meter SHVP, pihaknya belum membuka debit air melalui spill way. Pembukaan spill way menyesuaikan dengan pola alokasi air. Pola itu dilihat dari tren elevasi waduk yang masih cenderung menurun. Akibatnya, spill way belum dibuka.

“Kami menyesuaikan dengan pola alokasi airnya juga. Sebab, tren elevasi waduk masih cenderung menurun maka spill way masih belum dibuka. Belum dibukanya spill way agar di awal Mei nanti bisa tercapai elevasi puncak sebagai cadangan air selama kemarau. Elevasi puncak ini high water level [HWL] pada 136.00 m SHVP,” terang Didit.