Waterboom Rp60 Miliar di Solo, Tiketnya Jangan Mahal-Mahal Ya

Ilustrasi waterboom (Youtube)
06 April 2019 09:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Kota Solo dikabarkan bakal memilliki wahana wisata air alias waterboom senilai Rp60 miliar. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana memanfaatkan lahan bekas Pondok Persada Jurug Jebres. Di lahan seluas 72.000-an meter persegi itu, satu investor menyatakan kesiapannya untuk membangun wahana permainan air senilai Rp60 miliar.

Kabar rencana pembangunan waterboom di Solo menuai beragam respons dari warganet. Mereka sangat senang dengan rencana tersebut. Netizen berharap waterboom itu segera selesai agar bisa dinikmati masyarakat.

Tanggapan netizen soal rencana pembangunan waterboom di Solo disampaikan melalui kolom komentar akun Instagram @jelajahsolo, Jumat (5/4/2019). Namun, tetap saja ada sejumlah netizen yang tidak setuju dengan rencana tersebut.

"Berharapnya lebih bagus, lebih nyaman, lebih aman. Dan intinya lebih murah dari yang sudah ada. Kita sobat missqueen juga pengin ngerasain enaknya bermain air. Enggak cuma di waterboom Ponggok terus iki mung dongane sobat missqueen hlo ya. Ojo di-bully," komentar @thaby_collection.

"Mending mah buat nutupin utang negara aja min," imbuh @hanifarr_.

"Solo enggak butuh waterboom. Butuhnya Solo fallin love with people that we can have," lanjut @oscarokarino.

"Lanjutkan. Warga Kota Solo rindu tempat untuk wisata (dampak penutupan THR Sriwedari)," imbuh @denymuria.

"Apik, strategis, dekat Jurug, Bengawan Solo, kampus-kampus di sana dekat dari Sragen, Karanganyar, dan sekitarnya. Tiketnya yang terjangkau ya," sambung @rendi_dermawan95.

"Kalau mahal masuknya ya enggak bakal laku," imbuh @dedyanggasaputra.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Solo, Yosca Herman Soedrajat, mengatakan, ground breaking waterboom itu dilakukan Agustus mendatang.

Investasi waterboom tersebut dipercepat dengan skema kerja sama pemanfaatan. Skema kerja sama tersebut tetap menggunakan sistem lelang. Pemkot Solo memberikan jangka waktu kontrak selama 30 tahun dengan sistem bagi hasil. Selain itu, pemkot mendapatkan kontribusi tetap dan pajak lainnya dari investor.

Yosca Herman Soedrajat, investor yang akan menggarap waterboom tersebut, sambungnya, memiliki pengalaman mengelola wahana serupa di lima lokasi. Di antaranya, di Jakarta, Bogor, dan Bekasi. Jika rencana investasi terwujud, bukan tidak mungkin wahana wisata air di belakang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) itu menjadi taman air terlengkap se-Jawa Tengah.