Enggak Usah Ngegas, Ini Hlo Bajingan Temanggung di SICF 2019

Bajingan Temanggung (Instagram/jelajahsolo)
06 April 2019 23:30 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Festival kuliner di Benteng Vastenburg, Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2019, berlangsung meriah. Masyarakat Kota Solo, Jawa Tengah, cukup antusias bertandang ke perhelatan tahunan tersebut.

Selain stand penjual makanan, festival kuliner itu dimeriahkan dengan pameran dapur tempo dulu. Hari ini, Sabtu (6/4/2019), menu dapur tempo dulu yang dipamerkan adalah sayur lompong, bajingan Temanggung, brabuk daun singkong, jangan lombok kulit benguk, gendar pecel, utri, jangan bobor, jangan lodeh, jangan bening, jangan ndeso, dan berbagai masakan tradisional Jawa lainnya.

Dari menu tersebut, nama bajingan Temanggung cukup mencuri perhatian. Jangan berpikir negatif, bajingan adalah salah satu makanan khas Temanggung, Jawa Tengah. Kuliner ini terbuat dari singkong dan santan yang direbus bersama dengan gula merah serta pandan.

Singkong yang dimasak menjadi bajingan Temanggung tidak boleh tumbuh di tanah liat, melainkan di tanah gembur. Cita rasa manis menjadikan makanan ini populer untuk buka puasa bagi warga Temanggung.

Dikutip dari Detik.com, kata bajingan diambil dari sebutan sopir gerobak di Jawa Tengah. Kuliner singkong manis ini diklaim sebagai sajian mewah bagi sopir gerobak tersebut. Bagi mereka dengan strata sosial rendah, bajingan merupakan hidangan mewah di era 1960-an.

Bajingan memang hidangan yang sangat sederhana. Namun, kuliner tradisional itu mulai jarang ditemukan, di luar bulan Ramadan. Namun, hidangan tersebut bisa dicicipi di SICF 2019. Pengelola akun Instagram @agendasolo membagikan video pameran bajingan Temanggung yang dipamerkan di SICF 2019. Sejumlah netizen awalnya mengira makanan itu sebagai kolak. Namun, ternyata memiliki nama unik, bajingan Temanggung.