Peduli Wong Cilik, Henry Indraguna Gelar Bazar Sembako Murah di Sukoharjo

Calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo), K.R.A.T. Henry Indraguna, S.H, C.L.A, C.I.L (tengah) bersama beberapa artis Ibu Kota berpose saat kegiatan bazar sembako beras dan hiburan rakyat di Lapangan Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Jumat (5/4 - 2019). (Solopos/Bony Eko W.)
06 April 2019 01:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO –Calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo), K.R.A.T. Henry Indraguna, S.H, C.L.A, C.I.L menyalurkan 2.000 paket sembako beras kepada warga tidak mampu. Hal ini wujud kedekatan calon wakil rakyat dengan masyarakat level bawah atau wong cilik.

Henry menggelar bazar sembako murah dan hiburan rakyat di Lapangan Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol,  Sukoharjo, Jumat (5/4/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Program bazar sembako murah itu dimeriahkan penampilan sejumlah artis Ibu Kota seperti Ely Sugigi, Delon, Ratu Meta, Eveline, dan Yama Carlos. Mereka menghibur warga yang membeli paket beras murah.

Henry turun langsung melayani masyarakat yang hendak membeli sembako beras murah. “Satu paket beras seberat 2,5 kilogram. Harga normalnya senilai Rp30.000. Saya menjual hanya Rp10.000. Warga sangat antusias membeli sembako beras murah,” kata Henry, Jumat.

Program bazar sembako beras murah telah berulang kali dilaksanakan Henry di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah meliputi Kota Solo, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali. Henry ingin lebih mendekatkan diri kepada kalangan akar rumput atau grass root.

Bazar sembako murah itu diharapkan mampu meringankan beban perekonomian masyarakat kecil atau wong cilik. “Saya menargetkan menyalurkan 25.000 paket sembako di wilayah Dapil V Jateng. Ini aksi nyata agar tak mengecewakan masyarakat kecil,” ujar dia.

Pria kelahiran Bandung, 29 Agustus 1973 ini ingin mengabdi dan melayani masyarakat kecil. Dia berupaya keras mencari solusi permanen saat berinteraksi dengan masyarakat. Henry ingin merevolusi pemilihan umum (Pemilu) 2019 tanpa politik uang atau amplop. Dia mengajak masyarakat menolak amplop saat pelaksanaan pemungutan suara pada 17 April.

Dalam kesempatan itu, Henry juga mengedukasi masyarakat agar tidak tergiur dengan politik uang. Dia berupaya mati-matian meyakinkan masyarakat untuk memilih dengan menggunakan hati nurani. “Saya menargetkan meraih 150.000 suara-250.000 suara pada pemilu. Dukungan dari masyarakat kecil sangat luar biasa,” papar Henry.

Sementara itu, seorang warga Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Sutarni, mengatakan komoditas pangan yang dijual sangat murah dan jauh di bawah harga pasaran. Dia berharap para caleg lainnya melakukan hal serupa agar masyarakat kecil mengenal visi dan misi serta program kerjanya.