Kades di Boyolali Siap Bertarung Lagi Ramaikan Pilkades Serentak 29 Juni

ilustrasi pilkades, pemilihan kepala desa. (Solopos/Whisnu Paksa)
06 April 2019 04:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALISejumlah kepala desa di Boyolali menyatakan diri siap maju lagi dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun ini.

Kendati mulai ancang-ancang kembali bertarung sebagai petahana, namun dinamika menjelang pilkades di beberapa desa itu disebut masih adem-ayem. Para kepala desa juga masih fokus menyelesaikan program desa.

Sebagai informasi, ada 229 kepala desa yang masa jabatannya akan habis pada 18 April atau sehari setelah pemilu. Pilkades di 229 desa tersebut akan digelar adalah 29 Juni 2019.

Sementara, masih ada sebelas kepala desa lainnya yang habis masa jabatannya pada Desember tahun ini. Pilkades di sebelas desa tersebut akan diselenggarakan 2020.

Kepala Desa Kacangan, Andong, Eko Budi, mengatakan dia akan maju lagi dalam Pilkades 2019. Namun, dia mengaku belum memiliki persiapan khusus. “Saat ini masih menjalankan program-program desa seperti biasa,” ujar Budi, Kamis (4/4/2019).

Eko mengatakan meski berencana maju kembali namun keputusan memilih pemimpin tetap berada di tangan masyarakat desa. Untuk itu, dirinya akan mematuhi juknis yang telah disusun. “Saat ini baru pembentukan panitia, bukan kampanye,” ungkap dia.

Keputusan maju kembali dalam Pilkades juga diungkapkan Kades Jeron, Nogosari, Supomo. “Iya mau nyalon lagi, Insyaallah,” ungkapnya.

Sama seperti Eko kini Supono masih fokus menjalankan program-program desa, seperti pembangunan infrastruktur dan pembentukan BUM Desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (dispermasdes) Boyolali Purwanto mengatakan pilkades serentak untuk periode enam tahunan sejak 2014 akan berakhir 2019 digelar sebanyak tiga gelombang.

“Dalam enam tahun maksimal mengadakan pilkades tiga kali dan di Boyolali pilkades serentak sudah dua kali, sehingga tinggal satu kali untuk gelombang III nanti yang diikuti 229 desa yang kadesnya berakhir masa jabatannya April. Untuk sebelas desa yang kadesnya berakhir jabatannya Desember 2019 ikut gelombang pertama periode enam tahunan berikutnya pada 2020. Waktu pastinya akan dijadwalkan berikutnya, sekarang fokus untuk gelombang III periode ini dulu,” ujar Purwanto.

Biaya Pilkades

Dia menjelaskan, pilkades serentak gelombang I di Boyolali dilaksanakan 1 Desember 2016 dikuti 16 desa dan pilkades gelombang II dilaksanakan 20 Juli 2017 diikuti 5 desa. Sedangkan pilkades gelombang III dilaksanakan 29 Juni 2019 dan diikuti 229 desa.

Saat ini Pemkab sedang menyusun perencanaan biaya pilkades yang akan digelar 29 Juni. Menurutnya, biaya penyelenggaraan pilkades ditanggung APBD dan APB Desa bersangkutan. “Yang dibiayai APBD misalnya surat suara, kotak suara, honor petugas dan lainnya,” imbuh dia.

Tahapan berikutnya adalah persetujuan biaya oleh bupati, dijadwalkan maksimal 29 Mei, dilanjutkan dengan penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) dan penetapannya dijadwalkan selesai 16 Mei.